Semoga Terus Rendah Hati Berkelanjutan Mas Dharma: Marissa Haque Fawzi
“Lolos Selesi, Dharma Pongrekun Layak Pimpin KPK”
Oleh” Misbahol Munir - Okezone
Jum’at, 1 Juli 2011 11:05 wib

JAKARTA Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Nugroho Djajoesman senang dengan adanya anggota kepolisian yang ikut pendaftaran calon pimpinan KPK dan lolos seleksi administrasi.
Bahkan, dia menilai salah satu anggota kepolisian yang lolos seleksi panitia seleksi (pansel) KPK, Dharma Pongrekun, layak memimpin KPK ke depan.
“Layak, semua yang lolos seleksi pasti bagus. Dia (Dharma) jelas anak muda, masih enerjik,” ujar Nugroho saat dihubungi okezone, Jumat (1/7/2011).
Menurut Nugroho, bekas bawahannya tersebut seorang perwira yang memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi. Selain itu, Dharma juga memiliki keberanian dan ketegasan yang pas untuk memimpin KPK ke depan.
“Dia perwira yang energik, perwira yang mempunyai dedikasi dan integritas tinggi. Berani tegas. Kalau jujur relatif tiap orang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nugroho berharap di masa mendatang, KPK harus diawasi oleh pimpinan-pimpinan dari generasi muda yang memiliki keberanian, dan komitmen yang kuat untuk menegakan keadilan dan tindak pidana korupsi.
Kombes Dharma Pongrekun saat ini berdinas di Mabes Polri. Dharma saat ini menjabat sebagai Kabag Kerma Robinops Bareskrim Mabes Polri. Dia lulusan Akpol 1988, PTIK lulus 1995, dan Sespim 2002. Dharma sudah 23 tahun lulus sehingga memenuhi syarat karena minimal 15 tahun pengalaman di bidang hukum. Dharma menggondol gelar Magister Manajemen dari Universitas Bhayangkara pada tahun 2002 dan Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005.
(mbs)









August 2nd, 2011 at 12:59
Yang jelas jejak Christine Panjaitan sebagai mata-mata bekas calon suami dia diikuti terus sama dia. Faham ya? Rekam jejak dari komputer dia di Polda Metro Jaya seperti paku dicabut dari sepotong papan! Hei Agus dari Bandung jalan Mangga kan ya? Jangan sok tahu deh kamu!
August 2nd, 2011 at 12:59
Hehehe…
September 12th, 2011 at 11:06
Masya Allah…mbak ya sudah! Yang lalu biarkan berlalu… kenapa ya tidak sudi berdama dengan masa lalu? Kami memaafkan anda semua…