M.T. Risyaf Sedang Siapkan Film Sejarah: Sutradara Pengorbit Marissa Haque 1980
Annida-Online-Sobat Nida pasti ngeh dong sama sosok copet insyaf yang lantas jadi jendral, nasionalis bin patriotis yang kocak abis. Siapa lagi kalau bukan Nagabonar. Pemainnya, Deddy Mizwar yang dikenal juga sebagai produser dan sutradara andal.
Tapi, tahukah siapa orang di balik suksesnya film buatan tahun 1986 itu? Dialah Sang Maestro kita kali ini, sutradara M.T. Risyaf alias Pak Taba (62). Akhir Juli kemarin Nida berkesempatan bincang-bincang di rumah Pak Taba di Tanah Baru, Beji, Depok. Di rumah batu yang ditata apik artistik itu, Nida disambut taman yang hijau dan bebatuan nemplok di dinding dan lantainya. Ada anthurium, adenium, aglaonema, koleksi tanaman hias Pak Taba. Ya, sejak tak lagi aktif di kancah perfilman nasional, Pak Taba mengisi waktu dengan merawat tanaman hiasnya. Belakangan, pria kelahiran Pemangkat, Kalimantan Barat itu juga sibuk mengasuh cucu pertamanya; Natanaila Akhsya Sheadyta Azaria (8 bulan).
Setelah cukup lama vakum di perfilman, Pak Taba sesekali menyutradari atau menulis ulang naskah sinetron, serta menjadi pembicara workshop film. Terkait film anyar, ia punya rencana besar nih. Pak Taba kepengen bikin film kolosal yang berlatar sejarah. Wah, seru juga kayaknya. Ceritanya berpatok pada tragedi pembantaian masyarakat Pontianak pas zaman penjajahan Jepang. Sekarang ini Pak Taba lagi getol menyiapkan materi, mengumpulkan data dengan mencari dan membaca buku-buku sejarah tentang itu.
“Buku ada tapi belum komplet. Ini salah satunya,” kata Pak Taba sambil menunjukkan buku lawas karya M. Yanis berjudul Kapal Terbang Sembilan (Yayasan Perguruan Panca Bhakti, 1983).
Dengan ramah, pria bertubuh subur ini bilang, ia ingin membuat film yang bisa memuaskan sekaligus memanjakan penonton. Juga menambah wawasan yang mengendap di benak penonton, menjadi sesuatu yang berguna untuk kehidupan.
“Saya nggak mau bikin film seperti yang lagi trend sekarang, hantu-hantu dan cinta-cintaan. Takut disumpahi sama penonton, sudah bayar mahal kok filmnya jelek. Kalau buat memanjakan penonton, saya rasa bisa dibantu dengan tehnologi canggih. Pembaruan tehnologi ini mesti dipikirkan oleh orang-orang film, supaya ada bedanya antara film di bioskop dengan sinetron,” beber Pak Taba.
Selain kagum dengan dolby stereo yang menjadikan suara menggelegar dan menambah efek sensasional, Taba juga senang dengan perkembangan ragam peralatan film serta instannya pembuatan sinetron.
“Tahun 80-an kami bikin film dengan segala keterbatasan tehnologi, setiap rekaman cuma bisa dilihat oleh kameramen karena belum ada monitor. Kalau ada adegan kurang bagus nggak bisa langsung re-take. Membuat sinetron juga cepat banget, soalnya diburu-buru deadline, kejar tayang,” lanjutnya ayah empat orang putra ini.
Dari sederet film yang pernah digarapnya, menurut suami dari Titin Suwardini (52) ini, semuanya menorehkan kesan dan kenangan tersendiri. Namun, Kembang Semusim (1980)-lah yang menurutnya paling berkesan.
“Bagi semua sutradara, tentu setiap film yang dibuatnya punya kesan. Tapi buat saya, yang paling berkesan film Kembang Semusim, karena itu film pertama saya. Di situ saya jadi sutradara sekaligus penulis skenario. Sebagai sutradara baru kala itu, saya senang sekali bisa mengorbitkan bintang baru Marissa Haque. Film itu juga dapat penghargaan Piala Citra untuk Pemeran Wanita Terbaik, Mieke Wijaya,” jelas pria yang pernah menjadi karyawan Maskapai Pelayaran Nusantara (MPN) serta wartawan sebelum terjun ke dunia film. [Esthi]
BIODATA
Nama lengkap : Mourtadha Risyaf
Nama profesi : M.T. Risyaf
Tempat/tanggal lahir : Pemangkat (Kalbar)/ 7 Juni 1947
Pendidikan terakhir : SMA Negeri I Pontianak (1963-1966)
Pendidikan film :
Kursus Sinematografi 1974, kerja sama Deppen R.I.dan Akademi Sinematografi Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Workshop penulisan cerita dan skenario film 1985, diselenggarakan Yayasan Citra Pusat Perfilman.
Organisasi : Anggota Karyawan Film dan Televisi (KFT) sejak 1972, Anggota Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah.
Riwayat kerja film :
- Pencatat script/kontiniti, 1972-1974.
- Asisten sutradara, 1974-1979.
- Sutradara film (sistem pengukuhan), 1980-1992.
- Sutradara sinetron televisi, 1993-sampai kini.
Filmography :
Sutradara film Sinema
1980: KEMBANG SEMUSIM
1981: BAWALAH AKU PERGI
1983: JEJAK PENGANTIN
1984: KESAN PERTAMA
1985: MERANGKUL LANGIT
1986: NAGA BONAR
1988: OMONG BESAR
1990: SEPONDOK DUA CINTA
1991: YANG TERCINTA
1992: PELANGI DI NUSA LAUT
Penulis cerita / skenario film
Kembang Semusim : Penulis cerita & skenario
Bawalah Aku Pergi : Penulis cerita & skenario
Hati Bukan Perawan : Penulis skenario
Jejak Pengantin : Penulis skenario
Merangkul Langit : Penulis skenario
Sepondok Dua Cinta : Penulis skenario
Yang Tercinta : Penulis skenario
Pelangi di Nusa Laut : Re-write skenario
Film - film yang mendapat penghargaan
KEMBANG SEMUSIM : Piala Citra, untuk peran utama terbaik wanita pada Festival Film Indonesia (F.F.I) 1981.
BAWALAH AKU PERGI : Nominasi untuk ; Film Terbaik, Sutradara, Skenario dan Peran Pembantu Pria, F.F.I. 1982. Piala Citra, untuk Skenario Terbaik, dan Peran Pembantu Pria Terbaik.
JEJAK PENGANTIN : Pada Festival Film Asia Pasifik 1984 di Taipei, memenangkan Peran Pembantu Terbaik.
N A G A B O N A R : Piala Citra ; Film Terbaik, Cerita Asli, Skenario, Penata Musik, Penata Suara, Peran Utama, dan Peran Pembantu Wanita, F.F.I. 1987. Dan sebagai peserta, sebagai jenis film berbahasa asing, Festival Film di Amerika (Oscar). Satu-satunya film nasional yang di re-issue, dan diputar kembali di bioskop bioskop tahun 2008 yang lalu.
Sutradara Sinema Elektronik (Sinetron)
1993 : ABUMAWAS (RCTI - 24 episode).
1993 - 1994 : BIAS - BIAS KEHIDUPAN (TPI - 6 episode).
1994 - 1995 : MASIH ADA KAPAL KE PADANG (SCTV - 15 episode).
1995 : NUMPANG PARKIR (RCTI - 13 episode).
1995 - 1996 : ANTARA JAKARTA - PERTH (RCTI - 7 episode).
1996 : JENDERAL NAGABONAR (SCTV - 15 episode).
1996 - 1997 : BALADA DANGDUT SERIAL SEROJA (TPI - 13 episode).
BALADA DANGDUT SERIAL ZUBAEDAH (TPI - 9 episode).
2000 - 2001 :JANGAN ADA DUSTA (SCTV 13 - episode).
2001 : CINTAKU TEMBUS WAKTU (RCTI - 6 episode).
2002 : ASMARA BUKAN BUNGA (TVRI - 26 episode).
2003 - 2004 : WALI SONGO (INDOSIAR - 20 episode)
2005 - 2006 : SUPERVISI SUTRADARA DI PERSARI FILM (beberapa episode serial komedi dan FTV).
2007 : TIARA (INDOSIAR - serial 26 episode).
2008 : SUTRADARA BEBERAPA PRODUKSI PT. GENTA BUANA FILM (INDOSIAR - beberapa FTV).
2008 - 2009 (awal) : LARASATI (INDOSIAR-6 episode).
CINTA YANG TERLUKA (TPI - FTV).
Penulis Cerita/ Skenario Sinetron
ABUMAWAS : Penulis skenario (RCTI, 26 episode)
BIAS-BIAS KEHIDUPAN :Penulis skenario (TPI, 6 episode)
MASIH ADA KAPAL KE PADANG : Re-write skenario (SCTV, 15 episode)
NUMPANG PARKIR :Cerita/skenario (RCTI, 13 episode)
ANTARA JAKARTA-PERTH : Re-write skenario (RCTI, 7 episode)
BALADA DANGDUT SERI SEROJA : Cerita/skenario (TPI, 13 episode)
BALADA DANGDUT SERI ZUBAEDAH : Cerita/skenario (TPI, 9 episode)
SURGA DITELAPAK KAKI IBU : Penulis cerita (SCTV, 12 episode)
***









June 6th, 2010 at 21:57
Vicodin while breastfeeding….
Effects of vicodin. Vicodin. Vicodin no prescription. Vicodin without prescription. Vicodin addiction….
June 6th, 2010 at 22:26
Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung :Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki, katanya.
Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru. Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi, katanya, Minggu (2/5).
Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.
Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.
Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).
Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.
“Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya… untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi,” ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).
“Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana,” ujarnya.
Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. “Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah,” katanya.
Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. “Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi,” katanya.
Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.
Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu “Preman”, yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. “Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye,” tandasnya
June 7th, 2010 at 01:04
Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung :Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki, katanya.
Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru. Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi, katanya, Minggu (2/5).
Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.
Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.
Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).
Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.
“Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya… untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi,” ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).
“Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana,” ujarnya.
Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. “Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah,” katanya.
Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. “Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi,” katanya.
Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.
Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu “Preman”, yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. “Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye,” tandasnya
June 8th, 2010 at 19:05
Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung :Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki, katanya.
Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru. Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi, katanya, Minggu (2/5).
Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.
Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.
Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).
Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.
“Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya… untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi,” ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).
“Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana,” ujarnya.
Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. “Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah,” katanya.
Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. “Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi,” katanya.
Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.
Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu “Preman”, yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. “Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye,” tandasnya
August 27th, 2011 at 09:38
BMT Tumang gelar kegiatan Ramadan
Sabtu, 27/8/2011 | Oleh Nadhiroh |
Boyolali Solopos.com)Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Tumang yang berkantor pusat di Jl Boyolali-Magelang Km 10, Cepogo, Boyolali menggelar berbagai program selama Ramadan ini.
Beberapa aktivitas itu selain untuk mengisi Bulan Suci, juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Manajer Utama BMT Tumang, Adib Zuhari, melalui rilis yang diterima Espos Jumat (26/8/2011), menjelaskan kegiatan Ramadan itu meliputi penerbitan buletin Pokusma, pembagian jadwal imsakiyah, lomba Pildacil (pemilihan dai cilik), buka puasa bersama anak yatim, buka puasa bersama anggota BMT, serta menyantuni fakir miskin dengan membagi 350 paket sembako yang disebar di berbagai tempat di Kabupaten Boyolali.
Kami memang punya divisi baitul maal yang bermisi sosial. Dananya kami sisihkan dari pendapatan. Antara lain digunakan untuk pembiayaan kelompok binaan, santunan kaum duafa dan pemberian beasiswa, jelas Adib.
(fid/*)
Kira2 dimana saya bisa dapat rekamannya?
Thx