Salam Kasih

Assalamualaikum wr, wb, Salam sejahtera bagi kita semua,

Saudara dan saudariku terkasih setanah air, apa khabarnya? Semoga semuanya baik-baik saja ya? Salam perkenalan dari saya Marissa Haque. Saya ingin memiliki banyak sahabat baru dari kelompok pecinta dunia blog se Indonesia dan bilamana memungkinkan juga dari ranah internasional.

Marissa Haque Fawzi sebagai Ketua LAKMIS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah)

Saya ingin berbagi ilmu, pengalaman, bahkan dengan segala kerendahan hati termasuk sedikit nasehat spiritual kepada anda semua. Wa bil khusus yang terkait dengan SDALH (sumberdaya alam dan lingkungan hidup) yangterkait dengan isu pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia berusaha menyikapinya secara bijak, baik dan benar. Karena hari ini, kita menyaksikan kebangkrutan ekonomi kapitalistik akibat upaya sub-prime mortgage (’ternak’ uang/dengan cara memberikan tunjangan kepemilikan rumah bagi kelompok ‘duafa’ di AS yang menjaminkan resiko yang mungkin ditimbulkannya kepada beberapa pihak lainnya sehingga sulit ditelusuri lagi jejak entitas/wujud/thing barang jaminan real/nyatanya).

Indonesia sebagai Negara berkembang/dunia ketiga mau tidak mauhari ini mulai merasakan imbas negatifnya. Sebagai sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar pertama didunia, Indonesiamemiliki jumlah penduduk Muslim sekitar 85% dari total jumlah 220 juta orang penduduk. Selama ini tidak pernah terlihat memiliki keberpihakan kepada keseimbangan kebijakan ekonomi-sosial-ekologi yang berbasis kepadasustainable development (pembangunan berkelanjutan). Seluruh kebijakan Indonesiaberbasis kepada economic growth (pertumbuhan ekonomi) semata.

Kita harus bangkit dengan sistem ekonomi milik kita sendiri.Sebuah sistem yang tumbuh dan berkembang sejatinya dekat dengan kepercayaan mayoritas penduduknya. Berupa salah satunya adalahintervensi dari negara atas keterjaminan pemerataan kesejahteraan bagi rakyatnya — (the Islamic way/the middle path/the third way) yang bukan sekedar mengejar segala sesuatu hanya berbasis kepadagrowth/pertumbuhan semata.

Inilah kritik saya terhadap teori ekonomi pembangunan yang dianut oleh Indonesia selama 6 (enam) periode pergantian Presiden RI sampai dengan sekarang. Dengan kekhususan kritik saya terhadap teori Trilogi Pembangunan pemerintahan SBY & JK — pro poor - pro growth - pro job. Melengkapinya dengan yang keempat sebagai Kwartologi Pembangunan yang pro kepada SDALH (pro environment).

Banyak yang belum tahu bahwa perjanjian Indonesia dengan IMF telah dimulaisejak saat Bung Karno selesai berpidato yang sangat berapi-api dengan mengatakan: Go to hell with your aid America.
Dan tak lama setelahnya sejarah mencatat dan kita semua tahu, bahwaatas tekanan faktor eksternalitas tak terkendali The Washington Concensus (Rais, UGM, 2008) Bung Karno secara terpaksa membuat 3 (tiga) buah Kepres terakhirnya sebelum masanya tiba meletakkan jabatan/dipenjara-rumahkan. Ketiga Kepres tersebut adalah Kepres 7, 8, dan 9 Tahun 1966 (Bashwir, UGM, 2008).

Saya hanya berpikir bahwa rasanya kini atas izin Allah SWT, kita sebagai sebuah bangsa dari negara yang bernama Indonesia dengan cara diplomatic way yang cantik dapat benar-benar bangkit memperjuangkan kembali kedaulatan sejati (souvereignity)-nya menjadi seutuhnya berada dipihak kita sendiri sebagai bangsa yang berdaulat. Karena kedaulat sejati yang terdiri atas: dari - oleh - untuk rakyat Indonesia.

Allahu Akbar!, Merdeka!

Salam kasih, Marissa Haque Fawzi.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


16 Responses to “Salam Kasih”

  1.   kw Says:

    yup. sekarang saatnya menerapkan ekonomi syariah?

  2.   marissahaque Says:

    Rasanya demikian adanya saudaraku KW yang disayang Allah. Namun tentunya kita wajib memberi argumentasi yang argumentatif bahwa kebangkrutan ekonomi kapitalistik memang telah hadir secara kasat mata dihadapan kita. Masa transisi pasti diperlukan. Hanya semoga tidak perlu terlalu lama. Karena kondisi negeri ini sudah sangat parah. Kita harus segera bangkit, menuju Indonesia yang lebih baik dengan para pemimpin yang tidak memanggul political bag yang ‘usang.’ Yaitu the later generation yang amanah serta istiqomah didalam membawa keselamatan didunia maupun diakhirat.

    Doa ikhlasku, Marissa Haque Fawzi.

  3.   sba Says:

    secara prinsip ekonomi syariah harus di implementasikan, namun kembali kesiapan stakeholder dari perilaku ekonomi belum siap. Edukasi secara terus menerus dan yang penting contoh bank syariah harusnya secara ekonomis lebih baik namuin aktual masih juga belum bisa

  4.   mas faried Says:

    mampukah sistem dan praktek ekonomi syariah menyelamatkan Indonesia dari kubangan krisis?Sistem syariah akankah lebih longgar dan adil daripada sistem konvensional?

  5.   Sulaiman Says:

    Mungkin tujuan kerja keras bukan hanya peningkatan pendapatan asli daerah, tapi yang lebih penting adalah peningkatan pendapatan income perkapita. karena banyaknya orang hidup dibawah garis keminskinan adalah amanah kita semua tentu saja tanpa membedakan apapun.

  6.   Buthe Says:

    Tulisan yang cerdas, Bunda. Paduan politik, sosial, agama yang dikemas menarik dan mudah dimengerti.
    Salam kenal saya.

  7.   Erna Says:

    Ibu yg cantik…
    Mengamati negeri tercintaku ini. Sedih dan kasihan melihatnya.
    Tapi Ibu yg cantik…
    Aku tidak ingin hanya melihat dan mengamati kemudian merasa kasihan. Aku ingin turut berperan dalam mengubah ke arah kebaikan.
    Tapi aku siapa…
    Jadi Ibu yg cantik…
    Mohon sampaikan pada para pemimpin bangsa bahwa…
    Pembangunan ini harus dimulai dengan pembangunan sikap mental. Apakah kejadian di seluruh negeri ini masih kurang bisa dibaca..?
    Miris kah pemimpin2 bangsa melihat anak2 dipinggir jalan lebih suka mengacungkan tangan daripada bersekolah
    Tahukah mereka berapa sudah pasien HIV/AIDS yang meninggal dunia dan berapa sisa ODHA
    Pasien tidak mampu tidak bisa mengakses kesehatan karena tidak punya KTP
    Betapa diare telah menjadi penyakit tahunan
    Betapa banjir menjadi pelanggan setia kota Jakarta dan kota2 lainnya menyusul
    Ibu yang cantik…
    Bangsa kita adalah bangsa yang cerdas
    tapi sayang
    kita bukan bangsa yang taat aturan.
    Segala standar dan aturan hanya jadi wacana
    Kita membutuhkan pemimpin yang tegas
    Menjunjung tinggi disiplin dan komitmen
    Berani berkata tidak jika memang diperlukan
    Tapi Ibu yang cantik…
    Dia harus penuh kasih
    yang dengan tulus siap berbagi
    maka aku siap mengabdi

  8.   Enty Says:

    Mbak Icha….I love your blog. Thank you for the inspiration

  9.   Masiri Says:

    ASSALAMU’ALAIKUM

    Bunda marisa sistem ekonomi islam dalah solusi yang tepat untuk memperbaiki keboborokan ekonomi kapitalis yang kita anut saat ini

    semoga para ilmuan ekonomi islam tidak berhenti untuk menerapkan system ekonomi syari’ah di muka bumi tercinta ini

  10.   adhi Says:

    wah saya setuju banget tuh..
    bukan growth yang terpenting
    tapi pemerataannya…bukan begitu mbak?

  11.   Puji Rahmat Says:

    Aslm.wr.wb.
    Sependapat dg Mbak Marissa..
    Ekonomi syariah adalah solusi dr segala keterpurukan yg terjadi saat ini…
    Krisis dan kesengsaraan yg di bawa akibat krisis adalah buah tangan kita yg salah dlm memilih sistem ekonomi..
    Kalau tujuan utama kapitalisme adlh profit yg setinggi2nya, maka tak salah adanya ‘kanibalisme’…
    Ekonomi Syariah dg landasan ‘rahmatan lil alamin’ membawa pencerahan akan sistem ekonomi yg lebih membawa maslahat kepada kita semua…
    Sy coba membangun kesadaran masyarakat dari beberapa sub sistem ekonomi syariah, misalnya asuransi syariah, dll. akan manfaat dan urgensi sistem ekonomi syariah saat ini..
    Hukum pasar ‘demand create the supply’ mau tdk mau diikuti.. Kalau mau ekonomi syariah berkembang, maka demand thd sistem ini harus dikembangkan, hijrah dr konvensional ke syariah hrs dimulai dr skrg.
    Sy persembahkan blog http://www.care2syariah-insurance.blog.com dalam rangka membangun kesadaran akan pentingnya asuransi syariah..
    Semoga berkenan dan bermanfaat untuk kita semua..
    Amin..

  12.   Munip Says:

    assalamualaikum wr. wb.

    Indonesia sebenarnya memerlukan sebuah sistem yang mendukung semua kegiatan perekonomian, hukum, dan politik. Dengan ada nya sistem kita dapat merencanakan dan membuat planing - planing yg berharap membawa perubahan yang lebih baik ….

    saya sebagai anak bangsa cuman berusaha dan berharap perubahan di indonesia cepat
    wassalamualaikum wr wb

  13.   zia Says:

    tak ada yg dapat aku ucapkan selain….Ibu Marissa adalah inspirasiku sebagai wanita dan seorang istri serta ibu………….ingin sekali aku pintar seperti ibu marissa…………..semoga ibu dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT…dan tetap menjadi manfaat untyuk orang lain……salam dari kami…

  14.   Generic fioricet. Says:

    Christine Panjaitan Sempat tidak Pede karena Ikang Fawzi & Marissa Haque???

    Sumber: batakpos-online.com

    LAMA tidak tampil di layar kaca televisi membuat Christine Panjaitan sempat didera rasa kurang percaya diri (pede). Hal itu ia akui saat tampil dalam acara Zona 80 yang tayang di Metro TV beberapa waktu lalu.

    Awalnya saya tidak pede, tapi setelah melihat antusias penonton akhirnya pede saya semakin bertambah, ujar Christine Panjaitan kepada BATAKPOS di Metro TV, Rabu (10/2).

    Setelah tampil, artis yang popular di era 1980-an itu justru memukau para penonton yang hadir. Melalui tembang-tembang lawas yang masih tetap popular seperti Tangan tak Sampai, Christine mampu menghipnotis puluhan penonton yang memang punya kenangan tersendiri pada lagu-lagu yang ia bawakan.

    Menyinggung tentang penampilannya di Zona 80, istri dokter spesialis anak ini mengaku senang dan bangga. Itung-itung juga bernostalgia mengenang masa-masa jaya dulu.

    Jujur sebenarnya saya sudah memutuskan pensiun dari dunia tarik suara. Tapi karena masih banyak pihak yang menginginkan saya tampil, maka keinginan itu ditunda dulu. Mungkin jika sudah tidak ada yang berminat baru saya pensiun, katanya melepas senyum.

    Christine mengaku, setelah tidak aktif lagi di jagad hiburan tanah air, ia lebih konsen merawat dan mendidik anak-anaknya. Saya sempat juga menjadi dosen. Tapi sekarang tidak lagi. Cukup mengurus anak-anak saja, kata artis yang tetap terlihat cantik ini.rom

  15.   Meridia Panjaitan Says:

    Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung :Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki, katanya.

    Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru. Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi, katanya, Minggu (2/5).

    Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.

    Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.

    Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

    Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.

    “Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya… untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi,” ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).

    “Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana,” ujarnya.

    Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. “Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah,” katanya.

    Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. “Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi,” katanya.

    Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.

    Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu “Preman”, yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. “Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye,” tandasnya

  16.   adjie notonegoro Says:

    Berita Lampung Kesibukan Rocker Ikang Fawzi di Lampung :Ikang berharap sebelum Pemilukada Lampung Selatan yang akan berlangsung 30 Juni mendatang, ia sudah selesai melakukan kunjungan ke seluruh daerah di sana. Menurut Ikang, kebanyakan penduduk Lampung Selatan adalah nelayan dan buruh sehingga perkembangan ekonominya masih rendah. Dan juga konsep pembangunannya masih belum terjamah, bahkan konsep pembangunannya menurut saya harus diperbaiki, katanya.

    Rocker Ikang Fawzi kini punya kesibukan baru. Menjelang Pemilukada di Lampung Selatan, suami Marissa Haque itu kini sibuk menemui penduduk Desa Lampung Selatan. Ini pendekatan yang sudah saya lakukan selama 11 bulan. Jadi sekarang tinggal 15% lagi yang belum saya kunjungi, katanya, Minggu (2/5).

    Kesuksesan sejumlah artis, seperti Rano Karno, Dicky Candra, dan Dede Yusuf, menembus jabatan di pemerintahan daerah menjadi magnet bagi sejumlah artis untuk mengikuti sukses mereka. Langkah serupa juga diambil mantan rocker pada tahun 80-an, Ikang Fawzi.

    Suami artis dan politisi Marissa Haque itu akan turut meramaikan bursa pencalonan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung Selatan, setelah awal April lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan menetapkan penyanyi bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu menjadi salah satu calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan, mendampingi Zainuddin Hasan.

    Pasangan Zainuddin-Ikang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

    Diakui Ikang, keikutsertaannya dalam pilkada di Lampung Selatan tak lain karena ia ingin memberikan pengabdiannya. Banyak hal yang sudah ada dalam benak Ikang untuk membangun Lampung Selatan, bila ia kelak terpilih menjadi pemimpin daerah di sana.

    “Dari masalah infrastruktur. Jadi sudah ada yang salah. Jadi salah, apa ya… untuk me-redesign infrastrukturnya untuk diperbaiki, saya lihat potensi-potensi aja itu bisa berintegrasi,” ucap Ikang dihubungi tengah melakukan kampanye di daerah pemilihannya, Kamis (15/4/2010).

    “Kalau cara kita membangun itu harus berintegrasi, baru infrastrukturnya kita buat, supaya ekonominya bisa berjalan. Enggak bisa tiba-tiba kita bikin GOR atau pasar di sana,” ujarnya.

    Bila dirinya terpilih nanti, Ikang juga mempunyai impian merancang pembangunan di daerah pemilihannya agar menarik untuk investor. “Terus terang, buat investor kurang menarik. Jadi, masih pola-pola lama yang dipakai. Jadi masih investor itu harus datang, bayar 30 persen, seperti itulah,” katanya.

    Menurut Ikang, harus ada reformasi birokrasi untuk membangun Lampung Selatan menjadi jauh lebih maju. “Investor kita berikan kesempatan buat berusaha dengan baik, perizinan dipermudah, semuanya harus online system, atau transparansi, jadi itu semua dijalanin. Jadi, memang harus ada reformasi birokrasi,” katanya.

    Menyusul pencalonannya sebagai cawabup Lampung Selatan, kesibukan Ikang pun kian padat. Beberapa pekan ini ia harus bolak-balik Jakarta-Lampung Selatan untuk berkampanye menemui konstituennya.

    Karena Ikang lebih dikenal sebagai penyanyi, mau tak mau, saat kampanye tak jarang banyak orang yang memintanya mempertontonkan kebolehannya. Kata Ikang, ia kerap kali ditodong untuk menyanyikan lagu “Preman”, yang pernah menjadi hit di tahun 80-an. “Itu salah satunya yang sering diminta. Kadang-kadang gue juga nyanyiin lagu orang lain saat kampanye,” tandasnya

Leave a Reply