Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?

January 23rd, 2012 Tagged , , , , , , , ,

gong-xi-fa-chai

Selamat Tahun baru Cina 2012 Naga Air bagi segenap yang merayakannya…waaaah… Gong Xi Fat Chai ya?

mh-ikang“Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?”

The End

Kiprah Positif 100 Hari Walikota Bengkulu Helmi Hasan: Marissa Haque

April 2nd, 2013 Tagged , ,

The End

Merasa Sangat Bahagia saat Chikita Fawzi Berjilbab: Marissa Haque F

March 25th, 2013 Tagged , ,

64c947a79ce5131461c0e86db736cce8_merasa-sangat-bahagia-saat-chikita-fawzi-sudah-berjilbab-marissa-haque-ikang-fawziMerasa Sangat Bahagia saat Chikita Fawzi Sudah Berjilbab (Marissa Haque Ikang Fawzi)

The End

Semakin Lebih Sering Bersama di Usia Emas Kami: Ikang & Marissa

March 25th, 2013 Tagged

Semakin Lebih Sering Bersama di Usia Emas Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque (2013 di PAN)

The End

“Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

January 15th, 2013 Tagged , , , , , , , ,
Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Di-endorse oleh PAN

Ahmad Toriq - detikNews

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/01/15/113107/2142404/10/ikang-fawzi-marissa-haque-dan-desy-ratnasari-nyaleg-lewat-pan?9911012

Jakarta - PAN selama ini dikenal sebagai partai gudangnya artis. Untuk pemilu 2014, sudah ada tiga artis yang siap maju dari PAN.

“Ada Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque
dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir doktor juga lho,” kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Tjatur mengatakan pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari sisi popularitas, tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR nantinya. PAN sangat selektif dengan pemilihan calegnya.

“Caleg PAN harus mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track record yang baik. Dia juga harus bisa menggaet massa,” ujar Tjatur.

Ketua Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April 2013 mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

(trq/van)

“Terimakasih Banyak PAN May Allah Bless You Always: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

The End

Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?

January 14th, 2013 Tagged , , , ,

3eeec1f2fd3c83475be1b8fee8474053_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-untuk-wikipediacom-2013jpgAda salah seorang calon anak mantu (yang belum tentu… hehehe) mengirim sms ke saya kemarin. Isi dari sms nya kurang lebih adalah mengingatkan betapa sejak saya di-bully per Januari 2012 lalu, mereka yang melakukannya seakan ingin membuat kejadian tersebut jadi monumen (prestasi) kejahatan cyber mereka. Saya menduga mereka masih secara berkelanjutan melakukannya, dan berharap dapat kembali ’sukses’ seperti Januari tahun lalu. Nah, selain webs dan blogs yang abal-abal serta tayangan beberapa foto yang sangat tidak berbudaya, diduga yang paling parah mereka lakukan adalah mengedit informasi pada alamt situs http://id.wikipedia.org/wiki/Marissa_Haque. Saya serius menduga para adminnya (oknum) masih terkait kelompok pem-bully tim Dee Kartika Djoemadi (Dee Dee Kartika atau Diah Kartika Rini Djoemadi) dengan mengatas-namakan PT. Spindoctors-Indonesia.

Tulisan di bawah adalah yang sedang saya mintakan pertolongan seorang teman aktivis PKS Tangerang Selatan untuk bantu mengeditnya. Mas Holiq adalah malaikat cyber-ku terkait dengan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum. Membuat keseimbangan atas informasi yang sesungguhnya. Demikian adanya, semoga melalui blogdetik ini informasi awal atas kebenaran yang sesungguhnya dapat didiseminasikan adanya.

Salam kasih, Marissa

“Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?”

Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962; umur 50 tahun) adalah seorang photo model aktris,, sutradara, penulis, dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, dan seorang politisi Indonesia. Ia menikah dengan penyanyi rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN (Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi), dan dikaruniai dua orang anak perempuan. Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque. Bersama dengan suaminya sekarang Marissa aktif di PAN (Partai Amanat Nasional).

Marissa memulai debutnya di dunia film lewat Kembang Semusim (1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia tahun 1985 di Bandung. Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival Film Asia Pacific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.

Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia. Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru di PDIP Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri. Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur.

Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF. Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius mempelajari seluk-beluk ilmu hukum dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB, Bogor. Doktor Ilmu Sitem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.

Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama-sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi (MBA) dari Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta pada bidang yang sama yaitu Strategic Management. dengan fokus kepada Straetgi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non-bank atau BMT (Baitul Maal wa Tamwil). Sementara Ikang berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment. Marissa juga adalah alumni Pasca Sarjana Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta sempat mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Lebih jauh, Marissa juga menjelang alumni dari Program Magister Hukum Bisnis dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dengan spesialisasi Hak Cipta atas HKI di Bidang Musik dan Lagu. Termasuk juga menjelang alumni dari Pasca Sarjana kajian Timur Tengah dan Islam dengan spesialisasi Keuangan Islam (PS KTTI) UI (Universitas Indonesia). Sebelumnya Marissa adalah alumni dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.

Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini terterik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta menawarkan untuk menjadi home-base tempatnya membagi ilmu baik di bidang Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis. Diantaranya adalah: (1) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Ekonomi Islam; (2) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (4) STAIT (Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu) Modern Sahid, Bogor untuk Ilmu Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa telah mulai menjalani profesi baru sebagai dosen di IEF Usakti (Islamic Economy and Finance Universitas Trisakti) Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dan berharap pada suatu saat kelak menjadi seorang Profesor dalam bidang yang menjadi kompetensinya.

The End

Alhamdulillah Kemarin di Kelas Sempat Ulas Isi Buku dari John Perkins: Marissa Haque Ikang Fawzi

January 10th, 2013 Tagged ,

70acf3f05434b6d064743ac7977c52b1_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-john-perkins-book-confession-of-the-econonomy-hit-man-2013

Alhamdulillah kemarin di kelas angkatan 10 IEF Usakti sempat mengulas isi buku dari John Perkins tentang pengakuan seorang ‘economy hit man‘. Semoga dapat menjadi pencerahan adanya. Dan ada celah bagi bangkitnya konsep dalam sistem ekonomi Islam untuk dunia. Amiiin…

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, John Perkins’ Book, Confession of the Econonomy Hit Man, 2013


“Alhamdulillah Kemarin di Kelas Sempat Ulas Isi Buku dari John Perkins: Marissa Haque Ikang Fawzi”

The End

Sebuah Quotation untuk Hari Ini: dalam Marissa Haque Ikang Fawzi

January 7th, 2013 Tagged

Barang siapa berpaling dari kebenaran (hak), amak dia pasti akan terjerumus ke dalam kebathilan. Dan barang siapa enggan beramal-soleh hanya karena Allah belaka,maka Alla akan membeiarkan mereka beramal untuk selain Allah.

3b751e1e25c7997aaeaa5a6d7bed3c40_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-ugm-feb-mba-dari-kampus-tercinta

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi , UGM FEB (MBA dari Kampus Tercinta)

“Sebuah Quotation untuk Hari Ini: dalam Marissa Haque Ikang Fawzi”

The End

Ikang Fawzi Kembangkan Pusat Bisnis Prestisius Tambun (dlm Marissa Haque)

January 2nd, 2013

Artis senior, Ikang Fawzi melalui PT Suryasakti Bumi Persada (PT SBP) bertekad mengembangkan sebuah pusat bisnis prestisius di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Kami bersiap meluncurkan ruko (rumah toko) ‘de Green Square Tambun-Bekasi, sebuah produk ‘property pioneer’ yang dibangun di kawasan prestisius, sebagai pusat kawasan niaga terbesar, terlengkap dan terpadu untuk masyarakat Bekasi dan Tambun,” kata Direktur Eksekutif PT Suryasakti Bumi Persada Ikang Fawzi saat dihubungi di.

Peluncuran de Green Square@Tambun sebagai pusat bisnis prestisius (terbesar, terlengkap dan terpadu) di Tambun-Bekasi, telah dilakukan pekan lalu. Kawasan ini, kata Ikang, merupakan jawaban atas permintaan dan kebutuhan masyarakat Tambun dan sekitarnya.

“Daerah Tambun mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa,” katanya.

Untuk itu, sebagai pengembang pihaknya sangat sangat peduli dan merasa terpanggil untuk membangun sarana terbaik dan tercanggih yang dibutuhkan masyarakat Tambun dan sekitarnya.

“Kami berkeinginan ada pemerataan pembangunan karena potensi ekonomi di daerah ini terus meningkat,” katanya.

Ia juga memperkirakan, de Green Square@Tambun-Bekasi mampu menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang.

“Kami siap membangun 180 unit ruko yang dibangun dengan konsep mall. Di depan setiap ruko, kami membuat selasar selebar 1,5 meter yang terintegrasi dengan setiap unit sehingga menciptakan konsep perbelanjaan bergaya ‘Mall’ sekaligus mengetengahkan One Stop Shopping,” kata Managing Director PT SSB, Bambang Ekajaya secara terpisah.

Bambang juga menuturkan, PT SBP merupakan salah satu pengembang yang sarat dengan pengalaman dan piawai mengembangkan berbagai kawasan di Indonesia untuk menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi.

“Luas lahan de Green Square @ Tambun mencapai 20 hektar secara keseluruhan. Untuk ruko sekitar 2 (dua) hektar. Di lahan ini kami akan memfasilitasi masyarakat dengan sarana ‘entertainment centre’, ‘education-tainment’ dan ’shopping-tainment’ yang tentunya akan menjadi ‘life style’ bagi kehidupan masyarakat modern di Tambun dan sekitarnya,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya siap menghadirkan “Resto-Tainment Centre” dengan konsep modern dengan cita rasa bintang lima tetapi harga kaki lima.

Bambang menambahkan, harga yang kami tawarkan sangat kompetitif. Satu unit ruko hanya Rp300 jutaan. “Kami yakin dalam bulan-bulan ini akan terjual sekitar 40 unit ruko dan pembangunannya direncanakan selesai dalam waktu empat sampai lima tahap pembangunan,” katanya.

Sumber:

http://forum.kompas.com/properti/207100-ikang-fawzi-akan-kembangkan-pusat-bisnis-prestisius-tambun.html

“Ikang Fawzi Kembangkan Pusat Bisnis Prestisius Tambun (dlm Marissa Haque)”

The End

Senang OBAMA Menang Lagi di Pilpres Amerika Serikat (Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi)

November 7th, 2012 Tagged

4345e443c8f8eb10b3b2dac4ed90c0d0_senang-melihat-obama-menang-lagi-di-pilpres-amerika-serikat-drhj-marissa-haque-ikang-fawzi

Senang melihat OBAMA menang lagi di Pilpres Amerika Serikat (Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi)

6f5396b0a2e6da07f7bd53869bc60a73_drhj-marissa-haque-ikang-fawzi-mulai-aktif-dakwah-bil-hal-di-beberapa-tempat

Dr.Hj. Marissa Haque Ikang Fawzi, Mulai Aktif Dakwah bil Hal di Beberapa Tempat

The End

Basu Swastha Dharmmesta: “Making Batik and Marketing It” (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)

October 3rd, 2012 Tagged , , , ,

Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2012/10/03/basu-swastha-dharmmestha-making-batik-and-marketing-it.html

(JP/Slamet Susanto)

(JP/Slamet Susanto)

Professors of economics with marketing expertise can be found at various universities, but economists engaged in the art of batik painting are rare. Among the few is Basu Swastha Dharmmestha.

Combining marketing and art is what the man with an MBA who is a marketing lecturer at Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has been doing.

Having learned to draw during childhood, in his high school years Basu also practiced batik painting while apprenticed with Javanese dance maestro and batik artist Bagong Kussudiardjo in his workshop in Yogyakarta.

Basu continued to paint with his first work, Burung Hantu (Owl), produced in 1968, followed by Keburukan vs Kebaikan (Evil vs Virtue, 1973), Ikan (Fish, 1980) and Dua Prajurit Pandawa (Two Pandava Soldiers, 1985).

From 1985 to 2010, Basu went on hiatus from painting to focus on teaching.

“In 2010, I visited an exhibition at the Jogja Expo Center (JEC). I was given a canvas to paint. Since then I’ve started batik painting again,” he said. Now with his hundreds of batik works, Basu hopes that through pictures, batik — already recognized by UNESCO as a world heritage item — will become even more popular around the world.

The demise of batik figures in Yogyakarta such as Bambang Utoro, Bagong Kussudiardjo and Amri Yahya has further motivated him. “I want to keep learning and painting to succeed the batik specialists, especially after the passing of Amri Yahya,” said Basu.

Basu avoids being trapped in certain batik design schools. His paintings constitute a blend of contemporary, naturalistic and abstract elements, all in a decorative style.

Through batik images, Basu also wishes to convey a message of peace. His fish motifs, for instance, depict the dynamic sea animals’ ability to adapt rapidly.

“Conflict is unnecessary. Adapting ourselves to current conditions and the world is something beautiful. It’s the philosophy of my fish patterns,” said the father of four.

Apart from fish, Basu also has adopted many wayang (shadow puppet) characters, particularly the Pandava brothers of the Hindu epic Mahabharata. With their lofty values, wayang figures are also seen as compatible with the science of marketing.

“We should identify our consumers. Europeans are fond of ethnic objects and wayang designs are ethnic in nature,” he said. Without a doubt, his wayang canvases are being collected by his overseas friends and foreign tourists.

“Such works will further globalize batik while communicating the noble values of wayang and the high integrity of the Pandavas as models of excellent conduct,” he said.

Basu shares his artistic talent with his family, related by blood to the late distinguished choreographer and batik painter Bagong Kussudiardjo.

To mark his return to the art world, Basu held a solo exhibition at the Koesnadi Hardjasumantri Cultural Center at UGM recently, displaying 54 works from 1968 to 2012 under the theme “The awakening of batik painting to make the world worth living”.

A book, Batik Lukis Basu SD (Batik Paintings of Basu SD), written by artists Marissa Haque and Meta Ayu Thereskova, was also launched at the event.

“I’m very interested in his work and feel grateful for participating in the efforts of Basu Swastha, an economist who combines marketing science and art,” Marissa said.

Today, the professor divides his time between teaching and art. “I have my family’s support. After retirement I’m going to be focusing on the art of batik painting and make batik even more famous the world over,” he said.

“Basu Swastha Dharmmesta: Making Batik and Marketing It (dalam Marissa Haque Ikang Fawzi)”

The End