Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?

January 23rd, 2012 Tagged , , , , , , , ,

gong-xi-fa-chai

Selamat Tahun baru Cina 2012 Naga Air bagi segenap yang merayakannya…waaaah… Gong Xi Fat Chai ya?

mh-ikang“Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?”

The End

Marissa Haque: Addie MS Diduga Bermental Bully (dari Hasil Investigasi Masa Lalunya di SMAN3)

January 14th, 2012 Tagged , , , , , , , ,

The End

“Marissa Haque Fawzi: Terimakasih Mas Buni Yani @buniyani di Leiden, Belanda”

January 9th, 2012 Tagged , , , , , , , , , , , ,

Just do the Best and Allah will do the Rest

Ketika kita di dzolimi oleh orang yang tidak dikenal, dan kita merasa fitnah yang dilontarkan itu keterlaluan kejinya, maka kita boleh meminta Allah Azza wa Jalla untuk menurunkan pertolongan-Nya melalui arah atau pintu yang tak terduga. Inilah yang terjadi ketika saya menangis di dada Ikang Fawzi suamiku tercinta atas fitnah di twitter.com yang dilontarkan oleh @deedeekartika trionya Memes addie MS dan Addie MS yang sering mengatakan bahwa “saya sakit dan segera cepat sembuh.” Dan hal tersebut selalu disebarkannya di twitter-nya atas nama @addiems. Sehingga terpkirkan oleh saya bahwa sayapun rasanya perlu suatu saat menceritakan siapa sebenarnya Addie MS, mengapa dia tidak suka sekolah, dan mengapa sejak dia baru menikah selalu menunjukkan ketidaksenangannya terhadap hobiku bersekolah!

Dee Kartika Djumadi Trionya Memes Addie MS Ternyata Bukan PhD dari Amsterdam Universiteit

Sebenarnya seluruh pemberkasan untuk penuntutan pidana pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan telah selesai kubuat. Memang terdengar sangat menyeramkan. Apalagi ditambah dengan ancaman hukuman dari UU ITE yang kami (saya dan tim pengacara) akumulasikan. Namun apakah proses hukum tersebut akan terus saya jalankan, tergantung kepada hasil pertemuan saya dengan Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria besok sore atau lusa sore di kantornya.

Terhadap kejahatan yang ditimpakan ke saya, alhamdulillah telah bantuan  Allah dari arah tak terduga. Seseorang di negeri Belanda yang bekerja sebagai periset atas nama @buniyani, tanpa diminta telah membuka kedok Dee Kartika Djumadi atas nama twitter @deedeekartika yang mengaku sebagai seorang PhD, ahli ekonomi makro, kader Partai Demokrat, dan pemilik perisahaan “Spin Doctor.”

Kedok yang berhasil diungkapkan oleh @buniyani atas dusta Dee Kartika Djumadi alias @deedeekartika adalah bahwa dia:

(1) tidak pernah lulus dari program doktor di Amsterdam Universiteit; (2) namanya tidak juga terdafar di sana; (3) patut diduga S2 dia dari FKom UI jurusan Komputer juga bodong. Sehingga kita semua sekarang jadi tahu kapasitas Dee Kartika Djumadi atas nama twitter @deedeekartikaitu sesungguhnya bagaimana ya? Yah, kelasnya penipu barangkali ya?

Banyak Pendukung yang Baik Para Kekasih Allah

Semisal: @MarissaFHUFM, @MarissaFEBUGM, @ikangichalovers, dan lain sebagainya yang sesungguhnya baru saya kenal belakangan. Juga yang bernama Wendy, Vavai, Linda, Kirana, Petrus, Khaki, Buana, dan lainnya. Lihatlah semacam dukungan dan permintaan semacam di bawah ini:

Kakanda Buni Yani di Amsterdam, mohon kiranya dpt terus dipantau kebohongan utk & ya?

Ada juga Bang Vivayoga teman KAHMI dari PAN DPR RI, semisal:

Viva Yoga Mauladi

“Nama lengkapnya: Buni Yani Kartika..” hehe.. Pizz.. yang ngeledek menggabungkan nama Mas Buni Yani dengan Dee Kartika Djumadi.

Jadi sebenarnya siapasih si Dee Kartika Djumadi alias @deedeekartika? Baiknya barangkali kita simak hasil investigasi Mas Buni Yani dari Leiden, Belanda ya?, sebagai berikut:

Buni Yani

@ Deededeekartika adalah fellow PublicPolicyIns

Buni Yani

@

argumentasi yg lemah. kalau anda di politik mestinya anda bersih2 mulai dr hal2 kecil ini. jgn ada kebohongan.

Buni Yani

@

mari kita jaga ruang publik kita agar selalu melindungi kebenaran. kalau tak bergelar phd jangan ngaku2.

Buni Yani

@

mas, aku salut sama sampean membela teman, tapi monggo hati2 ya, mari kita sama2 cek. sy tetap respek sama anda.

Buni Yani

@

belum final kesimpulan kita apakah dia tdk tamat dari UvA karena sdg menunggu konfirmasi dari almamater

Buni Yani

@

apa sampean bisa lht nama dia?

Buni Yani

22. ttp utk mengetahui secara persis, kita harus menunggu konfirmasi secara resmi dari universiteit van amsterdam

Buni Yani

21. tak ada nama si tokoh dlm daftar dsertasi UvA ini

Buni Yani

20. jadi mari kita sama2 menjaga ruang publik kita agar tak dipenuhi kebohongan shg mutual trust society bisa kita bangun. SEKIAN.

Buni Yani

19. sekecil apa pun sumbangan kita kpd ruang publik indonesia, ini akan selalu menjadi sumbangan yg berharga

Buni Yani

18. ini juga akan membuat tokoh lain yg tak jujur akan berpikir 2x utk melakukan ketidakjujuran

Buni Yani

17. sikap demikian akan memberikan pembelajaran kpd kita semua agar tak 1 pun tokoh mengambil keuntungan dari kebohongan

Buni Yani

16. karenanya sejak awal kita harus memberlakukan sikap skeptis thd setiap klaim yg dibuat para tokoh yg mencurigakan

Buni Yani

15. kita tak ingin timbulnya social distrust gara2 banyaknya kebohongan publik yg dibuat pelaku politik, ekonomi, budaya

Buni Yani

14. kita harus bersama-sama menjaga agar kejujuran dikedepankan dlm setiap ruang ekonomi, politik+budaya indonesia

Buni Yani

13. dia mantan caleg salah satu parpol, tetapi dlm twitnya selalu bilang tak berafiliasi politik

Buni Yani

12. banyak kejanggalan mengenai tokoh kita ini yg perlu ditelusuri lebih jauh utk membuat ruang publik kita dipenuhi kejujuran

Buni Yani

11. siapa pemilik akun ? dari gaya bhs, sikap, dllnya, kelihatannya akun ini dimiliki oleh tokoh kita itu.

Buni Yani

10. lalu tiba2 saya dikirimi twit oleh yg merekomendasikan tokoh kita ini betul pengajar UI, tamat s1, s2, s3

Buni Yani

9. fakta ini membuat saya semakin curiga tokoh kita ini menggunakan gelar phd dlm namanya utk keuntungan pdhal tak bergelar

Buni Yani

8. utk ngeles, dia bilang sdg ada di breda, kembali ngecek weather forecast, ternyata di breda juga tak ada salju, yg ada hujan

Buni Yani

7. dlm twitnya kpd dia bilang sdg di amsterdam yg bersalju, di belanda tak ada turun salju, saya sejak okt di sini.

Buni Yani

6. bgm tdk curiga dia ke amsterdam th 2008, tetapi belum genap 3 th sdh phd, ini rasanya jarang terjadi. kita akan cek info ini.

Buni Yani

5. kabarnya bahkan tokoh kita ini tamat s2 kom ui saja tdk.

Buni Yani

4. karena tinggal di belanda sy diminta teman utk mengecek apa betul dia betul tamat amsterdam.

Buni Yani

3. karena agresivitas ini, publik jadi penasaran ingin tahu siapa sebetulnya si penyerang yg mengklaim alumni phd amsterdam ini.

Buni Yani

2. dia menyerang salah 1 politisi mantan artis yg kabarnya punya masalah dg studi doktoralnya di ipb.

»

Buni Yani

1. seseorang di twitter memakai gelar phd di web perusahaannya, mengklaim tamat ekonomi makro universiteit van amsterdam belanda

Saya Telah Lulus Program Doktor dari IPB

Berikut bukti kenanganku Marissa Haque Fawzi saat  lulus ujian Doktor dari IPB

http://youtu.be/nGwiM9AQQRQ

Semoga Addie MS dan Memes juga Deee Kartika djumadi legowo bahwa saya layak jadi Doktor dengan dignity dari salah satu respectable univeristy di Indonesia bernama IPB. Dan saya menyarankan agar mereka bertiga turut mencicipi nikmatnya menjadi mahasiswa atau mahasiswi di IPB, sebagai kampus menyenangkan dan gudang ilmu.

Apa Rasanya Addie MS dan Memes Punya Mitra Kerja Dee Kartika Djumadi ya?

Saya jadi ingat disaat Mas Adji Soetama dan Ikang Fawzi suamiku muncul di Metro TV untuk mengenang kepergiaan Mas Utha Likumahuwa dan mengumpulkan donasi untuk keluarganya, ternyata yang menjadi pimpinan pengumpulan dana adalah si Dee Kartika Djumadi. Lalu saya juga ingat ‘bisik-bisik’ diantara teman jurnalis infotainment, bahwa si ‘tokoh’ yang mengatasnamakan ketua pengumpulan dana itu mendapatkan dana besar dari Ketua Umum Partai demokrat bernama Bang Anas Urbaningrum sebesar Rp 100 juta,-. Karenanya Dee Kartika Djumadi bisa nyanyi trio bersama suamiku Ikang Fawzi dan Adjie Soetama. Gambarnya adalah sebagai berikut di bawah ini:

Karena fungsinya sebagai “kurir” dana sumbangan tersebut karenanya patut diduga dia dengan leluasa menempatkan dirinya dalam jajaran artis atau figur publik terkenal di Indonesia. Karena tak lama setelah aktivitas tersebut album Trio Memes Addie MS yang diproduseri oleh dekan FEMA IPB bernama Dr. arif Satria alias @arif_satria lalu muncul di pasaran.

Saya jujur terluka! Bahkan merasa terhina oleh komentar yang dilakukan oleh Dee kartika Djumadi dengan mengatasnnamakan Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria @arif_satria, sebagaimana yang saya lampirkan di bawah ini:

Apabila anda dalam posisi saya, dan telah habis-habisan melalui seluruh rangkaian proses akademik dan administrasi di sebuah institusi pendidikan bergengsi Indonesia seperti IPB, apa yang akan anda sekalian rasakan?

Saya yakin rasa terluka saya yang dalam berikut rasa pahit karena dihina dapat menjalar kepada para pembaca blog saya dimanapun anda berada. Lebih jauh, saya semakin terluka karena Addie MS suami Memes yang merupakan kawan SMA suamiku ikut-ikutan memberikan komentar tidak menyenangkan, sebagaimana saya tunjukkan di bawah ini:

Addie MS dari sejak lama memang merasa terganggu atas hobiku yang bertolakbelakang dengan dia. Selama masa perkawinan saya memang saya cuekkan karena memang nafsi-nafsi saja! Beda dunia dan ladang tempat mencari nafkah. Saya memang mulai merasa sangat terganggu dengan ‘hobi’ pamer payudara para artis penyanyi lawas Indonesia seangkatan saya. Dan kegusaran saya itu sering saya sampaikan ke Ikang Fawzi suami saya karena itu dunia nyanyi dia. Entah mungkin karena Ikang Fawzi suamiku tahu saya tidak suka dengan ‘gerakan jualan payudara’ para artis lawas dan ternyata dalam show “Odessey” Vina Panduwinata berpakaian seronok semacam yang saya gusarkan, lalu saya tidak diundang!

Yang parah adegan manggung Vina Panduwinata dengan payudara hanya 1/3 tertutup, pakai berpelukan dengan Ikang Fawzi suamiku! dengan adanya kejadian di atas panggung tersebut, membuat saya sempat mendiamkan suami untuk waktu yang lumayan lama!

Rasa jijik dan terlukaku demikian dalam. Khususnya karena saya sangat-sangat kenal siapa dan bagaimana gaya bergaul Vina Panduwinata yang sangat “ramah” alias “rajin menjamah.”

Sehingga, bagaimana saya bisa dibilang sakit dan Addie MS yang normal? Padahal adegan di acara “Oddesey” itu dekat dengan saat dia mau pergi haji. Sesungguhnya saya tidak peduli, termasuk ketidakmampuan dia menasehati istrinyapun saya tidak perduli!

Rupanya saat berhaji itulah dia berkenalan dengan Dekan FEMA IPB @arif_satria seperti apa yang didapatkan di akun twitter-nya.

Addie MS dan Memes memang media darling, dan dia punya kawan media yang sering juga menyerang saya bernama Denny Sakrie. Lagi-lagi saya tidak kenal dia, sehingga komentar saya hanya pada beberapa gambar poster lama saya prosuksi Pak Raam Punjabi yang dia tayangkan di koleksi gambar twitter-nya. Tapi untuk apa coba Bang Denny sakrie melakukan semua itu terhadap saya? Bukankah anatar dia dan saya tidak ada urusannya? Saya akan up-load-kan foto Denny Sakrie dan Addie MS di lain waktu, Juga Dekan FEM IPB dan Addie MS saat berhaji tahun lalu. Ada apa dengan semua itu? Kenapa saya harus mereka korbankan? Siapa master-mind di belakang ini semua?

Sebenarnya saya salut dan bangga dengan apa yang sudah diraih Memes dan addie MS dan kedua putra mereka, dan berdoa semoga dalam waktu dekat kedua anak-anakku juga mampu memproduksi lagu dan musik seperti mereka. Jujur mereka berbakat dan produktif.  Sebagai yang pernah kenal dengan mereka saat masih kecil dulu, demi Allah saya turut bangga. Tapi dengan luka menganga di dadaku terkait dugaan kecemburuan mereka terhadap prestasi capaian akademikku, khususnya doktor dari IPB dengan dignity, kok rasanya  akan lamaaaa…. sekali baru akan sembuh.

Innalillahi wa innailaihi rojiuun... saya mencoba memaafkan mereka semua, walau hukum harus tetap dijalankan…

Mas Buni Yani saudaraku yang dirahmati Allah… may Allah bless you always my brother… Hati-hati di ranah orang, Belanda jauh, namun Allah Azza wa Jalla dekat ya Mas? Allahu Akbar!

Terimakasih banyak untuk semua investigasinya terhadap @deedeekartika alias Dee Kartika Djumadi sang PhD bodong dari Amsterdam Universiteit, Belanda. Termasuk juga bahwa Dee Kartika Djumadi yang akun di twitter-nya hari ini baru diganti dengan @deespindoctors ternyata juga bodong sebagai ILUNI dari Fakultas Ilmu Komputer. Dia si @deedeekartika alias Dee Kartika Djumadi atau @deespindoctors drop out dari Universitas Indonesia! Sehingga memang tidak heran kelakuan dia sangat tidak berbudaya karena memang stadar S1 sih ya?

fasilkom-bodongnya-dee-kartika-djumadi-bukan-dari-amsterdam-universiteit“Marissa Haque Fawzi: Terimakasih Mas Buni Yani @buniyani di Leiden, Belanda”

The End

“Mulut Kotor Penyanyi Baru Dee Djumadi Kartika Trionya Memes Addie MS Motivasinya Apa Ya?: Marissa Haque Fawzi”

January 3rd, 2012 Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

Senin, 02 Januari 2012

Video Kenangan Marissa Haque Fawzi saat  Lulus Ujian Doktor IPB

Di Twitter nama yang dipakai oleh perempuan bernama Dee Kartika Djumadi adalah @deedeekartika. Dia menyerang saya Marissa Haque Fawzi terlebih dahulu pada tanggal hari ini 2 Januari 2012. Saya tidak mengenal dia, namun dia memperkenalkan dirinya sebagai kader Partai Demokrat dan kesal karena saya memusuhi Memes Addie MS akunya di dalam teitter-nya. Dia mengaku dekat dengn Dekan FEMA IPB, juga karena diproduseri oleh sang DEKAN FEMA IPB tersebut untuk album religi trionya bersama Memes Addie MS.

Dari ketiga perempuan kerudung di dalam gambar cover di atas, yang saya paling cintai hanya yang ada di sebelah kanan bernama Ridha (dulu trio Ridha-Sita-Dewi) karena konsisten dalam berjilbab alias bukan sekedar karena sedang promosi album religi untuk konsumsi bulan Ramadhan doang-only-thok sajaaaaa…, santun, manis, serta murah senyum. Dua sisanya saya ndak mau komentarlah, nanti disalahmengertikan lagi…

Memang, produser  dari album religi tersebut di atas adalah DEKAN FEMA IPB bernama Dr. Arif Satria, dan saya tidak mengenal dirinya! Karena Dr. Arif Satria adalah Dekan baru alias baru jadi Dekan di salah satu jurusan di IPB. Kalau Dekan lama saya kenal baik, karena kebetulan terkait dengan wilayah penelitian Doktorku di IPB, yaitu di Provinsi Riau.

Nah, cerita di blog ini adalah “nama baik” sang Dekan FEMA IPB yang tidak saya kenal itu, barusan sajadi twitter.com dijual-jual oleh si “penyanyi baru” sang sepertiga dari trio dalam album tersebut di atas, bernama Dee Djoemadi alias @deedeekartika. Dan nama Dekan FEMA yang dia jual dikait-kaitkan dengan nama baik saya dengan mengatakan saya tidak pernah lulus Doktor dan disertasi saya dibuatkan orang. Haaalllaaaaah… gila betul keduanya ya?! Tentu kalau benar mereka berdua secara nyata telah melakukan pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan seperti yang tertuang di dalam Pasal 310 dan 311 KUHPidana.

Seharian tadi saya telah menyiapkan tuntutan pidana, karena MERASA TERUSIK dan TERHINA. @deedeekartika alias Dee Kartika Djumadi secara nyata menyatakan bahwa dia menyerang saya karena kesal saya memusuhi Memes Addie MS. Nah lho, apa hubungannya? Katanya dia juga Doktor Ekonomi Makro dari Amsterdam Universiteit, kok kampungan sekali ya?

Apa dia di Belanda tidak diajari tentang etika dan sanski atas hukum pidana publik terkait pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyanangkan? Lalu apakah si Dekan FEMA itu tidak malu kalau sebenarnya apa yang dinyatakan oleh Dee Kartika Djumadi itu tidak benar bila minggu depan jadi jadwal mengkonfrontir di depan Rektor IPB? Karena hal ini juga menyangkut kredibilitas Pak Rektor Prof.Dr. Herry Suhardiyanto di dalam manajemen respectable university bernama IPB.

Siapa Sesungguhnya Dekan FEMA IPB @arif_satria alias Dr. Arif Satria?


Demi Allah saya tidak mengenal sang Dekan FEMA IPB bernama Dr. Arif Satria. Saya hanya bertemu sekali karena beliau menyapa Ikang Fawzi suamiku saat menghadiri pernikahan Dr.drh Hasim Dekan Dekan F-MIPA salah seorang penguji Doktorku. Yang saya tahu sang Dekan FEMA tersebut ‘look’-nya sangat santun dan baik hati khas PKS. Berbeda dengan ungkapan dan cara bertutur penyanyi baru (mungkin juga kacangan) bernama Dee Djoemadi yang mengaku sebagai kader Partai Demokrat di twitter-nya. Sehingga, kok ya bisa-bisanya dia @deedeekartikamenyatakan bahwa atas sepengetahuan @arif_satria yang bersangkutan adalah salah seorang penguji Doktor ku dari IPB.

Duh! Kasiah deh kamu Dee Djoemadi. Mau jahat kok ya once bin bloon…eling neng…eliiiing… Salam ya buat Memes dan Addie MS. Saya baca di sambungan twit kamu untuk Pak Dekan FEMA IPB katanya kamu melakuakn delik pidana Pasal 310 dan 311 KUHPidana karena membela Memes Addie MS. Laaaah…membela untuk apa terhadap apa ya? Saya jadi bingung! Mendingan gini deh @deedeekarika, kasih tahu ke Memes dan addie MS saya mendoakan semoga kedua putra mereka kuliah kayak mamanya yang S1 dari FT-Universitas Trisakti. Kecuali kalau mereka setuju mengikuti langkah ayahnya yang ‘tidak percaya pada pendidikan formal’ di kampus-kampus! Dan itu dinyatakan oleh Addie MS sendiri kepada saya di saat dulu kami melayat kematian ayahanda Vina Panduwinata di rumahnya Bogor. Di sana juga hadir Ikang Fawzi suami saya dan Adjie Soetama.

Sekarang saya malah kasihan pada Pak Dekan FEMA IPB yang baru mencoba muncul jadi pencipta lagu ya Pak? Kok mau-maunya punya penyanyi agak ‘kamseupay’ atau kampungan atau norak sekali seperti Dee Djoemadi. Mbok yao cari anak lulusan IPB Pak, banyak kok yang bisa nyanyi. Atau sama suami saya saja Pak yang namanya Ikang Fawzi. Anda sama-sama cerdasnya kok, dan kemarin saya foto anda berdua sedang tegur sapa saat kawinan Pak Dr.dh. Hasim (Dekan F-MIPA). Lebih menjual-lah Pak Dekan, dari pada si Dee Djoemadi @deedeekartika. Excuse me-lah, siapa dia ya? Nggak kenal euy! (smile) CD produksi Bapak nggak jalan kan di pasaran, alias kurang laku (tidak laku??)

Semoga kejahatan Dee Djoemadi @deedeekartika tidak mempengaruhi keberadaan Bapak sebagai Dekan di IPB dan penjualan (omzet) CD Produksi Bapak ya? Hehe… karena saya serius akan menuntaskan pencemaran nama baik ini ke Pak Rektor IPB Pak Dekan FEMA IPB @arif_satria! Ini bukan yang pertama kali ya Pak? Kasihan IPB dengan nama besarnya…

Doaku:

Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum, MBA

“Mulut Kotor Penyanyi Baru Dee Djumadi Kartika Trionya Memes Addie MS Motivasinya Apa Ya?: Marissa Haque Fawzi”

The End

Marissa Haque Diwisuda di UGM: www.ugm.ac.id

December 18th, 2011 Tagged , , ,

UGM Mewisuda 1.333 Lulusan Program Pascasarjana

Sumber: http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rili…

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda 1.333 lulusan program pascasarjana, yang terdiri atas 1.253 master, 49 spesialis, dan 31 doktor. Waktu studi tersingkat jenjang S-2 diraih oleh Yenny Erlina dari Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yakni 1 tahun 4 bulan, sedangkan untuk jenjang spesialis diraih Hasanah Mumpuni dari Prodi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, yakni 1 tahun 2 bulan. Sementara itu, untuk jenjang S-3 kali ini diraih oleh Kazan Gunawan dari Prodi Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana, dengan lama studi 2 tahun. Lulusan S-2 termuda periode ini ialah Ricky Aditya dari Prodi Matematika, FMIPA, yang berhasil menjadi master pada usia 22 tahun 2 bulan.

Jumlah wisudawan S-2 reguler yang berpredikat cumlaude pada wisuda kali ini adalah 275 orang atau 21,95% dari semua lulusan S-2, sedangkan wisudawan S-3 cumlaude 14 orang atau 45,16% dari lulusan S-3. Indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi untuk jenjang S-2 diraih oleh Ahmad Rafiq Mohammad Abu Arrah dari Prodi Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis, Fakultas Kedokteran, yang lulus dengan IPK 4. Berikutnya, peraih IPK tertinggi jenjang spesialis ialah Shirley Indrajaya dari Prodi Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, yang lulus dengan IPK 3,94. Untuk jenjang S-3, IPK tertinggi diraih Ratna Sulistiyanti dari Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, dengan IPK 4.

Dalam sambutannya, Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., mengatakan UGM terus meningkatkan berbagai inovasi bidang pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjadi kampus yang semakin dikenal di dunia dalam mendarmabaktikan diri untuk bangsa dan kemanusiaan. Hal itu diwujudkan dengan didirikannya berbagai pusat kajian dan pusat-pusat inovasi berbagai program unggulan tingkat dunia. ”Untuk menjadi pusat unggulan dunia, peran alumni sangat besar. Saya mengharapkan agar wisudawan ke depan mampu mendarmabaktikan kemampuan dan potensi Anda di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Dengan menjadi pusat unggulan dunia, kerja sama sinergis antara segenap alumni dan civitas academica akan mampu mewujudkan visi UGM untuk memberikan pengabdian yang optimal bagi kepentingan dan kemakmuran bangsa. “Saya yakin, lulusan UGM di kemudian hari akan memegang peran yang sangat diharapkan oleh bangsa ini dan bisa melakukannya,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kualitas kemajuan bangsa, Rektor juga meminta seluruh alumni UGM untuk menjadi pelopor kemajuan dengan menjadi pemimpin dan menduduki simpul-simpul pembuat keputusan. “Tidak ada jalan lain kecuali mengikuti langkah utama yang sudah dilakukan negara maju. Mereka melihat Indonesia sebagai sebuah peluang. Bagi kita juga melihat mereka sebagai peluang, bukan sebagai ancaman. Kita harus ber-network. Alumni UGM harus tersebar di semua lini, untuk menjadi pemimpin di semua lini,” tuturnya.

Marissa Haque Diwisuda

Artis dan sekaligus politisi, Marissa Grace Haque, merupakan salah satu dari 1.333 lulusan UGM yang diwisuda pada periode ini. Perempuan kelahiran Balikpapan, Kaltim, 49 tahun lalu ini menyandang gelar Master of Business Administration (MBA) dari Prodi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dalam upacara prosesi wisuda, istri Ahmad Zulfikar Fawzi ini didaulat untuk membacakan sumpah Panca Prasetia Alumni. “Saya terharu sekali, terima kasih UGM,” kata Marissa kepada wartawan yang menemuinya.

Marissa diwisuda setelah berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul ‘Analisis Strategi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Non-Bank: Studi pada BMT Beringharjo, Yogyakarta’, dengan pembimbing Prof. Basu Swastha Dharmanesta, M.B.A., Ph.D. dan Dr. Fahmi Radhi, M.B.A. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

The End

“Prof Mahfud MD Ditantang Refli Harun (Kakak Kelasku) dari FH UGM”: Marissa Haque Fawzi

November 23rd, 2011 Tagged , , , , , , ,

Kamis, 17 November 2011 16:47 WIB

 Rafli menegaskan, Mahfud harus konsisten dengan pernyataannya bahwa tudingan tidak bisa dilontarkan tanpa bukti.

“Ketika saya lontarkan pernyataan, ada suap di MK, dia minta saya buktikan. Maka, dia pun harus bisa buktikan pernyataannya. Dalam pernyataan saya terhadap MK, saya, paling tidak ada  investigasi. Saya katakan memang saya melihat uang itu. Cuma yang belum bisa dibuktikan apakah uang yang saya lihat itu jadi diberikan pada hakim atau tidak. Dalam investigasnya MK, kan juga terbukti itu,” ujarnya, Kamis (17/11/2011).

Sebagai pejabat negara, kata Refly, Mahfud harusnya konsisten dengan pernyataannya.  Mahfud diminta tidak beralasan bahwa hal itu hanya ilustrasi saja yang dikemukakan di dalam sebuah seminar. Sebagai akademisi, ilustrasi harusnya bisa dijelaskan.

“Seorang pejabat negara dan akademisi sepertinya tidak mungkin melontarkan ilustrasi tanpa fakta ataupun sekedar ilustrasi khayalan. Dia harus paham, perkataannya akan ditanggapi serius. Saya saja melontarkan pernyataan, juga melaporkan dugaan adanya mafia hukum di MK ke KPK, namun tak ada penyelesaiannya,” Rafli menegaskan.

Sejak  membaca  pernyataan Mahfud itu, Refly mengaku bertanya dalam hati apakah pernyataan Mahfud itu opini atau fakta.

Kalau fakta, kata Refly, apakah melihat atau mengalami langsung, atau sekedar fakta yang diperolehnya dari cerita orang lain.

Apalagi, di MK ada tiga mantan anggota DPR, selain Mahfud, Akil Muchtar, dan Hamdan Zoelva.

“Terlepas dari itu apakah fakta dan opini, saya pribadi juga berkeyakinan dan beropini, jual beli pasal terjadi. Ini gambaran publik karena masyarakat sudah paham semua. Cuma siapa yang bisa membuktikan? Tentu, orang  yang pernah terlibat, pernah menjadi anggota DPR.  Atau, pernah mengadopsi UU tertentu, seperti Mahfud,” demikian Refly Harun.

Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Anwar Sadat Guna

“Prof Mahfud MD Ditantang Refli Harun (Kakak Kelasku) dari FH UGM”: Marissa Haque Fawzi”

The End

Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi

November 20th, 2011 Tagged , , , , , , , ,

Sumber:  http://www.tempointeraktif.com/hg/hobi/2011/11/20/brk,20111120-367477,id.html

Ibuku Marissa Haque Doktor Lingkungan Hidup & Hukum foto

Selebritas Lingkungan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penggunaan figur publik untuk mengkampanyekan sesuatu sudah lazim dilakukan di berbagai bidang. Ada yang ditasbihkan sebagai duta kesehatan, lingkungan, maupun duta lainnya. Khusus di bidang lingkungan, ada puluhan bahkan mungkin seratusan selebritas yang memainkan peran duta. Sebagai panutan, ucap, sikap, dan perilaku mereka diharapkan dapat mempengaruhi dan ditiru khalayak luas.

Karena itu idealnya tentu mereka dipilih karena memang memiliki karakter yang kuat, serta kredibilitas dan integritas tinggi. Tapi tak sedikit, duta dari kalangan selebritas yang sepertinya ditunjuk cuma berdasarkan popularitas atau sekedar latah. Akibatnya, komitmen dan kiprahnya nyaris hanya terdengar saat penobatan, lalu senyap selamanya. Lebih parah, jika ada pesohor yang menunggangi posisinya sebagai duta untuk portofolio pribadi. Cilaka!

***

Lirik demi lirik lagu Orkes Sakit Hati dilantunkan oleh Kaka “Slank”, 37 tahun. Pria bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu lantas menaiki tumpukan kotak pengeras suara di atas panggung dan berlenggak-lenggok menirukan gerakan komodo. “Gimana sih jogetnya komodo?” teriak Kaka. Ratusan pengunjung Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Senin pekan lalu, langsung histeris melihat aksi Kaka itu.

Kelompok musik Slank memang menjadi primadona pergelaran yang dinamai Konser Pilih Komodo itu. Ada 20 musikus dan grup musik yang terlibat, di antaranya Gugun Blues Shelter, Audy, Ada Band, Alexa, Ring of Fire, dan Fadly “Padi”. Abdee Negara, gitaris Slank, menjadi salah satu penggagas acara yang disiapkan hanya dalam tujuh hari itu.

Perhelatan itu demi menyukseskan Taman Nasional Pulau Komodo menjadi Tujuh Keajaiban Dunia Baru versi Yayasan New7Wonders, yang bermarkas di Swiss. Melalui konser musik ini diharapkan makin banyak orang yang mendukung Pulau Komodo dalam pemungutan suara via pesan pendek (SMS) telepon seluler sebelum ditutup pada empat hari kemudian (11 November 2011).

Slank didaulat oleh Pendukung Pemenangan Komodo sebagai duta komodo bersama Jusuf Kalla, kelompok musik RAN, dan Fadly. Menurut Emmy Hafild, Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, figur publik seperti Jusuf Kalla dan beberapa musisi, termasuk Slank, dinilai bisa menjadi daya tarik penggalangan dukungan.

Betapa tidak. Emmy memberi contoh dampak keterlibatan Jusuf Kalla yang sangat signifikan sejak bergabung pada 30 September 2011. Jumlah dukungan yang sebelumnya hanya ratusan dukungan per hari melonjak menjadi ratusan ribu tiap hari. “Kami menumpang ketenaran beliau,” ujar Emmy dalam jumpa pers di Palang Merah Indonesia Pusat, 4 November lalu.

Sementara itu, Bimbim, penabuh drum Slank, menganggap ajakan untuk menggalang dukungan bagi Pulau Komodo sebagai sesuatu yang seru. “Setidaknya Indonesia bisa bersatu mendukung Komodo,”kata Bimbim saat ditemui Kamis pekan lalu.

“Orang Indonesia saja banyak yang belum tahu. Enggak menang enggak apa-apa karena efeknya besar, masyarakat jadi tahu,” ujar musikus bernama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini.

Bukan kali ini saja Slank berpartisipasi dalam kegiatan bertema lingkungan hidup atau dinobatkan sebagai duta lingkungan. Setidaknya, sejak 2006, mereka telah menjadi “Duta Indonesia Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Duta Indonesia Hijau memfokuskan perhatiannya untuk mengajak masyarakat luas melakukan konservasi dan mengembalikan fungsi lingkungan hidup.

Slank memulainya dari lingkup sendiri, yakni para penggemarnya, yang dikenal dengan sebutan Slankers. “Kami mengajak menjaga lingkungan hidup melalui lagu dan jejaring sosial Twitter. Sangat efektif karena Slankers tersebar hampir di semua kabupaten-kota di Indonesia,” kata Bimbim.

Slank juga kerap bekerja sama dengan lembaga peduli lingkungan, seperti Pro Fauna dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). “Kami kadang meminta Pro Fauna dan Walhi memberikan penyuluhan kepada fans tentang lingkungan,” ujar pentolan Slank ini.

Selain Slank, yang termasuk Duta Indonesia Hijau di antaranya Angelina Sondakh, Nugie, Paramitha Rusady, dan Titi Kamal. Selebritas lainnya menjadi “juru bicara” untuk aspek pelestarian lingkungan atau “Duta Kelestarian Lingkungan”. Mereka–Ebiet G. Ade, Lula Kamal, Dewi Sandra, dan Mona Ratuliu–bertugas menyebarkan informasi yang mudah dicerna tentang kesadaran akan keseimbangan antara ruang hijau terbuka dan kawasan permukiman.

Ada juga duta penataan hukum lingkungan, yang memusatkan perhatian pada penegakan hukum terhadap lingkungan melalui karya-karyanya, seperti yang dilakukan budayawan Radhar Panca Dahana. Duta penataan hukum lingkungan lainnya adalah penyiar televisi Rahma Sarita, penyanyi Iga Mawarni, serta artis Wanda Hamidah dan Marissa Haque.

multiply-marissa-haque-politik-lingkungan-hidup-oct-2008-copy.png

Tercatat pada 2007 ada 100-an figur publik yang menjadi duta lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim, mereka ikut berperan mengkampanyekan isu perubahan iklim.

Para selebritas itu dilibatkan, menurut Henri Bastaman, Deputi VII Menteri Lingkungan Hidup, lantaran mereka sangat komunikatif terhadap khalayaknya. “Mereka mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang tidak terpikirkan oleh kami yang berpuluh-puluh tahun berkecimpung dalam masalah ini,” ujarnya.

Henri memberi contoh Dessy Ratnasari sebagai duta insan berwawasan lingkungan. Dessy menjelaskan kepada ibu-ibu betapa pentingnya mengkonservasi air tanah. “Coba ibu-ibu pikir, siapa yang paling susah kalau di kawasan ini sulit mendapatkan air? Kan, kaum perempuan kayak kita ini juga. Kalau enggak bisa cebok, enggak bisa mandi, gimana?” kata Henri menirukan ucapan Dessy yang menyentuh ibu-ibu kala itu.

Meski mengerahkan puluhan selebritas, Kementerian Lingkungan Hidup tidak mengeluarkan anggaran khusus. Menurut Henri, semuanya melalui pendekatan pertemanan. “Dengan persuasif mengajak dan menyentuh agar mereka terlibat,” ia menjelaskan. “Semuanya pro bono, mereka hanya diberi panggung,” Henri menambahkan.

Oppie Andaresta misalnya, yang kini tengah menggarap buku cerita dan lagu anak bertema lingkungan hidup. “Penggarapan buku dan CD sudah 70 persen. Ada sekitar delapan lagu ciptaan saya sendiri,” kata penyanyi yang terkenal lewat hit Cuma Khayalan ini.

Oppie, yang bersama Ian Kasela, vokalis grup band Radja, ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup sebagai duta lingkungan hidup pada Juni lalu, mengaku sampai sekarang belum mendapat bantuan dana dari Kementerian. Baginya, itu bukan kendala. “Prinsip saya, sekali bekerja, ya, dikerjakan saja meski dengan tenaga dan biaya sendiri,” ujarnya.

Hal lain yang dikeluhkan Oppie adalah tidak adanya program yang ditugaskan Kementerian kepadanya sejak ditunjuk menjadi duta. Ia mengaku berinisiatif mendatangi pejabat Kementerian untuk menanyakan tanggung jawab serta apa yang bisa disinergikan dengan program Kementerian.

Hal itu dibenarkan Henri karena sifat dari kegiatan ini yang sporadis. Tiap duta lingkungan berperan di arenanya masing-masing. Tidak ada agenda dan target tertentu yang dicanangkan. “Mereka membantu kegiatan kami. Kalau mereka membuat kegiatan sendiri, misalnya donasi pohon, kami akan memfasilitasi,” ujar Henri.

Karena mengandalkan kegiatan sporadis, banyak juga duta lingkungan yang sekadar numpang lewat. Sekali muncul lalu tak ketahuan lagi perannya. Apalagi popularitas seorang selebritas juga ada pasang-surutnya.

Proses pemilihan duta lingkungan juga tidak melalui kualifikasi yang ketat. Tidak ada syarat harus sudah menerapkan pola hidup hijau dalam kesehariannya. “Terlalu berlebihan kalau menerapkan syarat, apalagi kontrak. Yang penting mereka memiliki keinginan dan kepedulian saja dulu,” ujar Henri, yang ditugasi Menteri Nabiel Makarim mencari figur-figur pada 2003.

Walhasil, pihaknya, kata Henri, kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Keluhan itu, misalnya, kenapa ada duta lingkungan yang pola hidupnya malah tak ramah lingkungan. Semua keluhan dijawab dengan penjelasan bahwa niat baik dari para selebritas itu yang seharusnya diapresiasi.

Penyanyi Nugie termasuk yang dikritik karena kebiasaan merokoknya. Tapi, bagi pemilik nama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini, merokok tidak lebih buruk ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. “Gaya hidup sehat tapi masih pakai mobil, gimana? Kan, jelas-jelas emisi kendaraan bermotor yang bikin buruknya udara.”

Gaya hidup hijau, kata Henri, kini sudah menjadi tuntutan. Terlebih bagi para duta lingkungan ini. “Setidaknya itu merupakan pencitraan bagi mereka.” Henri memberi beberapa contoh: Dik Doank yang kini membuka sekolah alam, Sherina yang menjalani pola hidup organik, dan Nugie yang selalu bersepeda dari kediamannya di Bintaro, Tangerang, ke tempat kegiatannya di Jakarta.

***

Para selebritas peduli lingkungan tidak hanya bekerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup, tapi juga dengan organisasi nirlaba atau lembaga swadaya masyarakat. World Wide Fund for Nature (WWF), contohnya. Menurut Devy Suradji, Direktur Komunikasi dan Pemasaran WWF Indonesia, para selebritas itu datang dengan 1.001 ide. “Mereka mau buat acara, WWF coaching mereka,” ujar Devy.

Mereka yang mendukung program WWF itu disebut Pendukung Kehormatan. Bentuk dukungan bisa berupa finansial maupun tenaga yang bisa dipakai. Nadine Chandrawinata serta dua adiknya, Marcel dan Mischa; Nugie; dan model Davina, yang peduli terhadap masalah plastik, adalah contoh Pendukung Kehormatan WWF Indonesia.

Peran mereka, menurut Devy, sangat efektif. “Ibaratnya kalau kita mau belanja baju, yang menjelaskan pilihan yang bagus itu orang yang kita kenal, maka kita merasa nyaman, kan? Mereka itu panutan, public figure.”

Baik Devy maupun Henri sepaham bahwa figur publik sebagai duta lingkungan masih diperlukan. Henri mengakui, dua tahun belakangan ini gaung duta lingkungan agak meredup seiring dengan perubahan kebijakan. Namun Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, kata Henri, dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2011 menegaskan kembali pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan hidup.

l ISHOMUDDIN | DIANING SARI | PURWANI PRABANDARI | DODY

“Kisah Selebritas Lingkungan versi tempointeraktif.com: dalam Marissa Haque Fawzi”

The End

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Meneg LH yang Baru (2011): dalam Marissa Haque Fawzi

November 20th, 2011 Tagged , , , , , ,

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Balthasar_K…

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, M.B.A. (lahir di Ayamaru, Maybrat, Papua Barat, 9 September 1956; umur 55 tahun, dikenal dengan nama Berth Kambuaya) adalah seorang akademisi yang sejak 19 Oktober 2011 diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Lingkungan Hidup Indonesia yang kesembilan menggantikan Gusti Muhammad Hatta[1] Sebelum menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, ia menjabat sebagai Rektor Universitas Cendrawasih sejak tahun 2005.

Balthasar Kambuaya

Petahana
Mulai menjabat
19 Oktober 2011
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Gusti Muhammad Hatta

Kehidupan pribadi

Balthasar Kambuaya lahir di Ayamaru, Maybrat, Papua Barat, pada tanggal 9 September 1956. Ia beragama Kristen, menikah dengan Yuliana Mosso. Mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu: Mayland Kambuaya, Edita Kambuaya, Abraham Kambuaya, David Kambuaya, dan Stenly Kambuaya.[2][3]

Pendidikan

Pendidikan formal

Pendidikan nonformal

  • Training on Risk Management Singapore (2006).
  • Academic Networking and University Management di Texas & M University, USA (1999).
  • Training on SME Development - Universitas Indonesia (1987).
  • Training on Small Busines Development Universitas Hasanudin Makassar-Kodrat (1986).

Pengalaman

Pekerjaan

  • Asisten Dosen FE UNCEN (1979).
  • Dosen FE UNCEN (1981).
  • Kepala Subbagian (Kasubbag) pada Lembaga Penelitian UNCEN (1985).
  • Pembantu Dekan I - FIHES UNCEN (1986-1987).
  • Pembantu Dekan III - FIHES UNCEN (1987-1991).
  • Pembantu Dekan I - FIHES UNCEN (1991-2000).
  • Director of Asian Development Bank of Project Implementation di UNCEN (1995-2000).
  • Wakil Ketua Tim Penyusunan UU Otonomi Khusus Papua (2000).
  • Anggota Komite Inovasi Nasional Republik Indonesia (2010).
  • Anggota Dewan Komisaris Bank Papua (2000-sekarang).
  • Dekan Fakultas Ekonomi UNCEN (2001-2004).
  • Rektor Universitas Cendrawasih (2005-2011).
  • Menteri Lingkungan Hidup Indonesia (2011-sekarang).

Penelitian

  • Ketua Tim Penelitian Pengembangan Pariwisata di Papua (2004).
  • Ketua Tim Penelitian Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Sorong Selatan (2006).
  • Ketua Tim Peneliti Inventarisasi Potensi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Papua (2003).
  • Penelitian Pengembangan Small Bussiness di Papua (2002).
  • Ketua Tim Peneliti Pengembangan dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Efisiensi Pemanfaatannya (2002).
  • Penelitian Enterpreneurial Behaviour Pengusaha Papua (2003).
  • Penanggungjawab Penelitian Inventarisasi Jenis Sumber-Sumber Pertambangan Provinsi Papua (2002).

Karya

  • Profil Small Bussiness di Papua (2004).
  • Pengembangan Small Bussiness di Papua (2004).
  • Perilaku Usaha Pengusaha Papua (2004).

Penghargaan

The End

Kagum, Marissa Haque Kunjungi Raminten Saat di Jogja: dari kapanlagi.com

November 17th, 2011 Tagged , , , , , , ,

Sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/kagum-maris…

Selebritis Marissa Haque mengaku selalu mengunjungi rumah makan Raminten saat mengunjungi Yogyakarta. Menurut wanita yang akrab disapa Icha itu, Raminten memiliki ciri khas, dari mulai makanan hingga sang pemilik yang suka berdandan kewanitaan, padahal dia seorang pria.

“Tiap ke Yogyakarta aku nggak pernah melewatkan waktu untuk ke sini, ke Raminten,” ujar Marissa saat makan siang di Guest of Raminten di Kota Baru, Yogyakarta, Selasa (25/10).

Marissa mengunjungi Raminten bersama sang suami Ikang Fawzi dan juga anaknya Bella. Sang anak dan suami pun terkagum-kagum dengan rumah makan yang terbilang unik itu.

Belum lagi makan yang disajikan memang berbeda. Jika Anda suka dengan es kelapa muda, dan memesannya maka Anda akan diberikan minuman dengan gelas ukuran besar yang isinya sebanyak 2 liter. Bayangkan.

Kota Yogya, bagi Marissa merupakan salah satu kota yang memiliki kenangan indah. “Buat saya Yogya, Bali itu memiliki tempat-tempat indah. Saya suka sekali di sini,” ujar Marissa.

Maklum saja, gelar S2 yang didapat oleh Marissa diambil di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sehingga dirinya pun memang harus bolak-balik Jakarta-Yogyakarta.

Kini, Marissa baru saja diwisuda di UGM dan mendapatkan gelar Master Bussines of Administration (MBA). (kpl/adt/aia)

The End

Ferry Muchlis Ariefuzzaman Betulkah sang Penjahat Cyber Ketua Timses Ratu Atut Chosiyah Selama Ini?

November 17th, 2011 Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

Laporanku ke Polda Metro Jaya, atas Informasi  Awal dari Wartawati Yunior Damay Gerimis dari Global TV representatif Tangerang Selatan, Banten (2009 - 2011):

Ferry Muchlis Ariefuzzaman Betulkah sang Penjahat Cyber Ketua Timses Ratu Atut Chosiyah Selama Ini?

Sumber: http://1001zones.com/2011/02/marissa-haque-jealousy/

“Ferry Muchlis Ariefuzzaman Betulkah sang Penjahat Cyber Ketua Timses Ratu Atut Chosiyah Selama Ini?”
The End