Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?

January 23rd, 2012 Tagged , , , , , , , ,

gong-xi-fa-chai

Selamat Tahun baru Cina 2012 Naga Air bagi segenap yang merayakannya…waaaah… Gong Xi Fat Chai ya?

mh-ikang“Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kesabaran di Awal 2012, Gong Xi Fat Chai ya?”

The End

“Dirjen HaKI Tetapkan Hak Cipta Unyil di Tangan Pak Raden: dalam Marissa Haque Fawzi”

May 14th, 2012 Tagged , , , , , ,
Penulis : Muhammad Fauzi
Kamis, 26 April 2012 18:14 WIB
0 komentar

JAKARTA–MICOM: Boneka tokoh cerita Unyil meski tidak didaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), hak ciptanya tetap milik penciptanya yakni Pak Raden.

Penegasan itu disampaikan Dirjen HaKI Ahmad M Ramli usai menerima Pak Raden (Suyadi) yang didampingi Tim Advokasi dan Konsultan HKI antara lain R. Dwiyanto Prihartono, Risa H Amrikasari, Yosafat T Triharjanto, Lury Elza Alex, dan Khrisna Pabichara, Kamis (26/4).

Dikatakan Ramli, hak cipta adalah hak yang mendapat perlindungan kuat meskipun tidak didaftarkan ke Ditjen HKI. Rezim hukum yang berlaku telah memberikan perlindungan terhadap suatu ciptaan yang telah lahir dan memenuhi syarat seperti ciptaan Pak Raden yakni boneka tokoh cerita Unyil.

Dirjen HaKI Ramli juga mengimbau agar ditempuh penyelesaian menggunakan cara out of court settlement (di luar pengadilan). Ini untuk mencapai hasil maksimal dengan tetap mempertahankan aspek manfaat dan ekonomi selain aspek moral atas suatu ciptaan.

Di sisi lain, R. Dwiyanto yang mendampingi Pak Raden mengatakan, persoalan pokok tentang boneka si Unyil milik Pak Raden karena terjadinya distorsi dalam perumusan kontrak yang bersifat tidak menguntungkan bagi pencipta. (Faw/OL-5)

“Dirjen HaKI Tetapkan Hak Cipta Unyil di Tangan Pak Raden: dalam Marissa Haque Fawzi”

The End

Budaya Islam dalam Kehidupanku dan Keluarga Besarku: Marissa Haque Ikang Fawzi

May 11th, 2012 Tagged , , , ,

8fa5dd9a30752026787decace02e62b6_sesekali-bergaya-kerudung-panjang-dlm-drhj-marissa-haque-fawzi

“Budaya Islam dalam Kehidupanku dan Keluarga Besarku: Marissa Haque Ikang Fawzi”

The End

Pearls of My Heart: Chikita & Ikang Fawzi (in Marissa Haque)

May 7th, 2012

Both are My Pearls, Chikita & Ikang Fawzi (in Marissa Haque)

They both are Pearls of My Heart > Ikang Fawzi and Chikita (as well as Isabella Fawzi)

@HaqueMarissa

The End

Marissa Haque: Open House Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Pasca Sarjana Universitas Indonesi

April 29th, 2012 Tagged , , , ,

The End

Kenangan Kami: Marissa Haque Ikang Fawzi Produser PT Rana Artha Mulia Films 1993

April 26th, 2012 Tagged , ,

6338fcdfc118269fc6c727ecff798b23_rana-artha-mulia-films-produser-marissa-haque-fawzi-ikang-fawzi-1993Kenangan Kami: Marissa Haque Ikang Fawzi Produser PT Rana Artha Mulia Films 1993

The End

Mas Marwan yang Baik, Apakah ini ‘Sebentuk’ Sabotase?: Marissa Haque Fawzi

April 25th, 2012 Tagged , , , , , , , , , , , , , ,

Mas Marwan dari detik.com yang baik, bukankah saya yang di BULLY habis oleh Dee Kartika Djoemadi seorang janda galau dengan nama lengkap Dyah Kartika Rini Djoemadi? Demi Allah, saya sama sekali tidak kenal dia!

Justru saya tahu dia sebagai salah satu anggota trio nyanyi bersama Memes Addie MS yang diproduseri oleh Dekan FEMA IPB Dr. Arif Satria (keponakan Bapak Soetrisno Bachir mantan Ketum PAN).

Si Dee Kartika itu juga mengaku dosen tetap di Universitas Paramadina dan sangat dekat dengan Prof.Dr. Anis Baswedan segala. Buat apa ya dia jual-jual nama besar orang-orang lain itu?

Dari info yang saya dapatkan bersumber pada beberapa teman baik di Belanda (Mas Buni Yani dari Amsterdam Universiteit, Nederlands) dan Indonesia (Mas Sony Kusumasondjaja dari DIKTI), dikatkan bahwa sebenarnya si Dee itu sedang stress berat karena di DO dari Program Doktor Amsterdam Universiteit di Belanda dan juga dari Program Doktor FISIP UI Jurusan Ilmu Komunikasi. Patut diduga, karena dia tidak cukup kemampuan kognisinya!

1335441903817140675

Masya Allah deh! Tapi lalu apa hubungannya dengan upaya saya kuliah di beberapa respectable universities di Indonesia? Siapa Dee Kartika Djoemadi alias Dyah Kartika Rini Djoemadi sesungguhnya, dan apa yang dia inginkan dari saya?

Harus bagaimana ya enaknya terhadap Dee Kartika Djoemadi alias Dyah Kartika Rini Djoemadi itu ya Mas Marwan dari detik.com dan para Tweeps sekalian ? Apakah sebaiknya besok saya ke Polda Metro Jaya lagi melaporkan pidana siber yang dia lakukan?

Bukankah sebelumnya telah ada laporan ke Polda Metro Jaya terhadap si Dee dari salah satu anggota DPR RI dari Partai Gerindra bernama Noura Dian Hartarony (Lihat: http://www.youtube.com/watch?v=m46Yheoqo…)?

Jadi, memang jelas saya telah jadi korbannya si Dee. Dan hal tersebut merupakan kebiasaan buruk dia selama ini. Yaitu selama ini dengan enteng saja melakukan Pasal 310 dan 311 KUHPidana serta melanggar UU ITE Indonesia.

@IPB_Marissa (Dr.Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum , MBA, (MH to be))

 http://umum.kompasiana.com/2009/04/21/mu…

The End

Marissa Haque: Ikang Fawzi Peroleh Inspirasi dari Musik Klasik

April 17th, 2012 Tagged , , , , , , , ,

Sumber: http://www.republika.co.id//berita/sengg…

Rabu, 25 April 2012, 20:41 WIB
Antara
Ikang Fawzi Peroleh Inspirasi dari Musik Klasik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musisi Indonesia Ikang Fawzi mengaku mendapat inspirasi dari musik klasik. Menurutnya, musik jenis ini mampu membuatnya berimajinasi dan menghasilkan karya.

Lain halnya dengan musik saat ini yang cenderung mengikuti permintaan pasar, musik klasik memberikannya ilmu dalam menciptakan sebuah ide dalam bermusik.

“Musik ini membuat kita berimajinasi dalam produk dan genre musik,” ucap suami Marissa Haque ini.

Tak hanya itu, musik klasik juga bisa membuat dirinya bernostalgia dengan masa dimana dirinya tumbuh. “Karena pada era 1980 dulu saya belajarnya musik klasik,” ucapnya.

Penyanyi rock berdarah Sunda ini menggemari musik dari band-band kontroversial seperti misalnya Alice Cooper. Filosofi Alice Cooper banyak dipetik oleh pria berkelahiran 23 Oktober 1959 ini terutama gayanya yang nyentrik dan eksentrik. “Nyentriknya Alice Cooper bukan karena gila tapi berangkat dari kemampuan mereka bermusik,” ujar bapak dari dua anak ini.

Pada dasarnya, kata Ikang, di Indonesia banyak musisi memiliki skill bagus dan kreatif. Namun sayang, kemampuan ini terkadang tertutupi oleh permintaan pasar atau trend yang menyebabkan musisi terjebak pada tuntutan tersebut.

Redaktur: Hazliansyah
Reporter: Qommarria Rostanti
The End

Suamiku Ikang Fawzi: Saya Memberi Apa yang Bisa Saya Berikan (dalam Marissa Haque)

April 17th, 2012 Tagged , , , , ,

Posted by: ikangfawzi | 17 April 2012

image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ikang Fawzi memberikan apresiasi kepada Universitas Gunadarma yang memberikan keleluasan bagi mahasiswa-mahasiswinya untuk mengaktualisasikan dirinya di luar kuliah.

“Ini terbukti dengan terbentuknya Platinoem Band yang sudah berkarya menciptakan lagu The Winner yang menjadi kompilasi original soundtrack film Negeri Lima Menara yang cukup sukses,” ujar Ikang di acara peresmian Gedung J5 Universitas Gunadarma, di kawasan Pulo Gebang Cakung, Bekasi, Sabtu (14/4).

Pada acara itu Ikang dan Platinoem Band sempat membawakan lagu “The Winner” di atas panggung yang tersedia di halaman kampus baru itu, sebelum Andra & the Backbone naik ke atas panggung sebagai band penutup. Lagu “The Winner” karya Angga dan Mocek, personil Platinoem.

Apa yang membuat rocker lawas sekelas Ikang sudi sepanggung dengan debutan seperti Platinoem? “Saya hanya memberikan apa yang saya bisa berikan,” katanya. Kalau bisanya membimbing, “Ya, saya bimbing,” lanjutnya.

Atas bimbingan penyanyi senior itu, apa komentar Platinoem? “Kami bangga bisa bernyanyi bersama legenda hidup rock Indonesia yang hingga kini masih fit, dan suaranya masih terjaga dengan baik,” ujar Sam, vocalis Platinoem.

Kampus Universitas Gunadarma menyediakan fasilitas bagi setiap mahasiswanya untuk mengembangkan bakat yang dimiliki bukan hanya di bidang menyanyi tetapi di bidang radio dan pertelevisian. “Kami sudah sediakan fasilitas tersebut sudah sejak lama agar para mahasiswa bisa menyalurkan hobi dan bakatnya,”ujar Rektor Universitas Gunadarma Prof.Dr. Margianti.

“Kami juga memfasilitasi dengan penuh bila di antara mereka memang mempunyai talenta di bidang entertainer. Kami juga memiliki production house untuk merealisasikan bakat mereka,” imbuh dia.

Ikang Fawzi ikut merasakan dengan tersedinya berbagai fasilitas di bidang broadcaster dan entertainment merupakan nilai plus bagi sebuah lembaga pendidikan. Namun demikian dia mengharapkan mahasiswa tidak melupakan tujuan utamanya yakni menimba ilmu dan mengembangkan diri menjadi intelektual di bidang keilmuan yang ditempuh.

“Sehingga nantinya banyak bidang yang bisa digeluti, dan bahkan bisa memadukan antara ilmu yang dipelajari dengan talenta di bidang lainnya,” kata Ikang.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ikang Fawzi memberikan apresiasi kepada Universitas Gunadarma yang memberikan keleluasan bagi mahasiswa-mahasiswinya untuk mengaktualisasikan dirinya di luar kuliah.

“Ini terbukti dengan terbentuknya Platinoem Band yang sudah berkarya menciptakan lagu The Winner yang menjadi kompilasi original soundtrack film Negeri Lima Menara yang cukup sukses,” ujar Ikang di acara peresmian Gedung J5 Universitas Gunadarma, di kawasan Pulo Gebang Cakung, Bekasi, Sabtu (14/4).

Pada acara itu Ikang dan Platinoem Band sempat membawakan lagu “The Winner” di atas panggung yang tersedia di halaman kampus baru itu, sebelum Andra & the Backbone naik ke atas panggung sebagai band penutup. Lagu “The Winner” karya Angga dan Mocek, personil Platinoem.

Apa yang membuat rocker lawas sekelas Ikang sudi sepanggung dengan debutan seperti Platinoem? “Saya hanya memberikan apa yang saya bisa berikan,” katanya. Kalau bisanya membimbing, “Ya, saya bimbing,” lanjutnya.

Atas bimbingan penyanyi senior itu, apa komentar Platinoem? “Kami bangga bisa bernyanyi bersama legenda hidup rock Indonesia yang hingga kini masih fit, dan suaranya masih terjaga dengan baik,” ujar Sam, vocalis Platinoem.

Kampus Universitas Gunadarma menyediakan fasilitas bagi setiap mahasiswanya untuk mengembangkan bakat yang dimiliki bukan hanya di bidang menyanyi tetapi di bidang radio dan pertelevisian. “Kami sudah sediakan fasilitas tersebut sudah sejak lama agar para mahasiswa bisa menyalurkan hobi dan bakatnya,”ujar Rektor Universitas Gunadarma Prof.Dr. Margianti.

“Kami juga memfasilitasi dengan penuh bila di antara mereka memang mempunyai talenta di bidang entertainer. Kami juga memiliki production house untuk merealisasikan bakat mereka,” imbuh dia.

Ikang Fawzi ikut merasakan dengan tersedinya berbagai fasilitas di bidang broadcaster dan entertainment merupakan nilai plus bagi sebuah lembaga pendidikan. Namun demikian dia mengharapkan mahasiswa tidak melupakan tujuan utamanya yakni menimba ilmu dan mengembangkan diri menjadi intelektual di bidang keilmuan yang ditempuh.

“Sehingga nantinya banyak bidang yang bisa digeluti, dan bahkan bisa memadukan antara ilmu yang dipelajari dengan talenta di bidang lainnya,” kata Ikang.

(Benny Benke/CN15)

“Suamiku Ikang Fawzi: Saya Memberi Apa yang Bisa Saya Berikan (dalam Marissa Haque)”

The End

“Dari Customer Relation Management-nya Toko Buku Periplus untuk Ibu Marissa Haque My Mom: Chikita Fawzi”

April 2nd, 2012 Tagged , , , , , , ,

RT : Marissa Haque & Ikang Fawzi Menemukan Surganya di Toko Buku Periplus di Adisutjipto Yogyakarta Airport.


“Dari Customer Relation Management-nya Toko Buku Periplus untuk Ibu Marissa Haque My Mom: Chikita Fawzi””

The End

Water Reflecs the Meaning of Life: Marissa Haque

March 2nd, 2012 Tagged , ,

(Amidst the flood that hits Indonesia)
Bintaro, Jakarta, February 21, 2004

Water is the source of life.

It is very flexible and can easily adapt itself to anything.

If its course is blocked by a rock, then it will choose another one and continues flowing down towards its destination.

Water also behaves modesty, because it always flows to a lower place.

If the temperature rises, it evaporates, goes up to the sky and afterwards comes down again on the earth.

Water cleans everything; it floods the rice fields in the dry season; it cleans dust and makes the soil fertile.

According to a story, when the rain falls, thousands of angels come down with it.

But if the rains come down in torrents and continuously, like what is happening in the last few days in Indonesia, then there might be something wrong in the relations between men and water.

Water will become men’s friend if we treat it in s friendly way, but if we don’t do it, it will destroy us.

In life, water is an indicator of the quality of men in the eyes of God the Almighty.

The End